by

Dokter Angkat Proyektil dari Istri Anggota TNI

Semarang: Proyektil peluru di tubuh istri seorang anggota TNI, Rina Wulandari (34) berhasil diangkat tim dokter dari RSUP dr Kariadi Semarang. Ia pun menjalani perawatan di sana.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, setelah berhasil diambil dari tubuh korban, tim gabungan TNI-Polri pun menyerahkan selongsong peluru ke Laboratorium Forensik untuk diteliti.

“Nanti secara teori balistik akan diuji ketika senjata yang diduga digunakan akan dicocokkan apakah (proyektil dan selongsong) keluar dari laras senjata ini atau bukan,” jelasnya, ditulis Sabtu (23/7/2022).

“Pelurunya sudah nyanyi (ada, Red) senjatanya sedang kita cari, kalibernya 9 mm,” lanjutnya.

Tim gabungan TNI-Polri telah mengetahui identitas pelaku dan aktor intelektual dibalik kasus penembakan tersebut.

Irwan menjelaskan, berdasar hasil olah TKP, ada empat orang yang diduga sebagai pelaku dalam kasus penembakan tersebut.

“Mereka sudah teridentifikasi, rumah mereka, teman-temannya, keluarganya, sudah kita ketahui semua. Kita galang para pelaku untuk menyerahkan diri secara baik-baik, namun pelaku ini masih menyembunyikan diri,” tuturnya.

Perlu diketahui, korban yang merupakan warga Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah itu sempat menjalani penanganan darurat di RS Hermina. Namun, ia kemudian di pindah ke RSUP Kariadi untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Pantauan rri.co.id, pemindahan ke RSUP Kariadi dilakukan dengan ambulans, bersama tim medis RS Hermina, sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (18/7/2022) lalu.

Petugas Arhanud 15 Semarang, Intel Kodam, Pomdam, serta Kesdam IV Diponegoro ikut mengawal proses kepindahan perawatan Rina.

Korban penembakan merupakan istri dari Kopral Muslimin, anggota TNI satuan Arhanud Semarang. Ia ditembak di depan rumahnya di Jalan Cemara III Banyumanik, Semarang oleh orang tidak dikenal yang berboncengan motor.

Akibat penembakan itu, korban terluka di bagian perut dan harus menjalani perawatan intensif.