DKI Jakarta Kembali Terapkan PSBB Transisi

0
(0)

Jakarta: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta, telah melakukan pemantau dan evaluasi terhadap perkembangan virus Covid-19 di Jakarta. Dari pemantauan yang ada, pemerintah menyatakan telah mengurangi kebijakan rem darurat atau PSBB Transisi di ibu kota, mulai Senin (12/10/2020).

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19. Lewat keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, Minggu (11/10/2020), dinyatakan terdapat pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

“Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” kata Anies, Minggu (11/10/2020).

Anies menjelaskan, grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir.

Pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB, tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya. Grafis onset merupakan grafis kasus positif yang didasarkan pada awal timbulnya gejala, bukan pada keluarnya laporan hasil laboratorium.

“Artinya, saat ini 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 107 orang lainnya. Penurunan angka Rt ini harus terus diupayakan oleh Pemerintah, pihak Swasta dan masyarakat bersama-sama agar mata rantai penularan wabah terputus dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di PSBB Masa Transisi,” ucapnya.

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12 – 25 Oktober 2020.(rri)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jakarta PSBB Transisi, Sejumlah Sektor Diizinkan Buka

Sun Oct 11 , 2020
0 (0) Jakarta: Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, guna memutuskan menerapkan kembali PSBB Masa Transisi dengan sejumlah ketentuan baru, yang harus dipatuhi oleh semua pihak. Jika sebelumnya banyak sektor yang ditutup sementara, untuk saat ini sejumlah sektor dapat diizinkan beroperasi kembali (rincian sektor akan diumumkan lebih lanjut). […]