DKI Jakarta dapat Menjadi Tolok Ukur Ekosistem Syariah

0
(0)

Jakarta–Usaha mikro, kecil dan menengah di sektor industri halal memiliki peluang untuk bersaing di pasar global. Hal ini disampaikan pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Arif Mufraini.

“Sepanjang didukung regulasi seperti penyederhanaan izin usaha dan pengurusan sertifikasi halal maka industri halal akan mampu bersaing di pasar global,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7).

Menurut Arif Pemprov DKI Jakarta dapat menjadi tolak ukur ekosistem syariah untuk menumbuhkan industri berbasis halal agar dapat diikuti daerah-daerah lain. Ia mengatakan penting menumbuhkan ekosistem investasi syariah untuk mengundang investor berbasis industri halal masuk ke Indonesia.

Indonesia saat ini termasuk sepuluh negara besar di dunia yang mengembangkan industri halal. Produk-produk halal Indonesia bisa menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantage) untuk memasuki persaingan perdagangan global.

“Hal itu mengingat persaingan perdagangan produk-produk halal di dunia tidak seketat produk-produk konvensional,” kata Arif.

Pandangan Arief mengukuhkan disampaikan dalam diskusi publik secara daring (online) bertema “Meneropong Peluang Investasi Syariah dalam RUU Cipta Kerja” pekan lalu yang diselenggarakan sebuah lembaga riset Indeks. Dalam diskusi ini, pembicara lain, M Agung Prabowo menyampaikan bahwa RUU Cipta Kerja memberikan peluang untuk meningkatkan masuknya arus investasi dari luar negeri ke Indonesia, termasuk investasi syariah.

“Kalau kita lihat RUU Cipta Kerja ini ada peluang untuk meningkatkan investasi langsung,” ujar Agung yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Faktor stabilitas politik dan rambu-rambu hukum untuk menarik investasi langsung asing juga penting. Dengan kata lain, perlindungan dan kepastian hukum bagi investor juga harus diperkuat. (ant/NE)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Nambah Utang, Indonesia Kembali Terima Dana Pinjaman dan Hibah Jepang

Wed Jul 22 , 2020
0 (0) Jakarta–Pemerintah Indonesia menerima pinjaman dan hibah dengan total nilai 52 miliar yen (sekitar Rp7,14 triliun) dari Pemerintah Jepang untuk membantu penanganan Covid-19 di tanah air. Dari total tersebut, utang dari Pemerintah Jepang senilai 50 miliar yen atau sekitar Rp6,87 trilun dan bantuan hibah sebanyak dua miliar yen (sekitar […]