by

Disiarkan Facebook, Lebih 100 Ribu Massa di Myanmar Unjuk Rasa

Jakarta–Hampir 100.000 pengunjuk rasa turun ke jalan di Nay Pyi Taw untuk memprotes tindakan kudeta militer terhadap Penasehat Negara Aung San Suu Kyi. Massa melakukan demonstrasi di Patung Bogyoke menentang kudeta yang dilancarkan Tatmadaw.

Dalam demonstrasi yang disiarkan sejumlah media lokal melalui Facebook, mayoritas pengunjuk rasa merupakan anak muda yang melakukan aksi dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan bermotor. Massa melakukan demonstrasi di Patung Bogyoke menentang kudeta yang dilancarkan Tatmadaw.

Pasukan polisi menggunakan water cannon untuk membubarkan massa yang terus memadati lokasi aksi. Namun, tindakan polisi tidak membuat massa mundur dan semakin banyak orang yang ikut dalam protes.

Kelompok pengawas internet pada Senin menyampaikan blokir akses internet di Myanmar perlahan-lahan mulai dicabut usai terjadinya kudeta. Netblocks, yang berbasis di Inggris, menerangkan sepekan setelah gangguan internet di Myanmar di tengah kudeta militer dan penahanan para pemimpin sipil, konektivitas telah kembali ke 95 persen dari tingkat biasa.

“Namun, media sosial tetap dibatasi untuk banyak orang dan situasinya tetap tegang,” cuit Netblocks pada Senin (8/2).

Sebelumnya, Junta militer Myanmar menutup layanan internet di seluruh negeri di tengah protes anti-kudeta, “Kementerian Transportasi dan Komunikasi Myanmar (MoTC) telah memerintahkan semua operator seluler untuk menutup sementara jaringan data di Myanmar. Layanan suara dan SMS tetap terbuka,” kata raksasa telekomunikasi Norwegia Telenor yang mengoperasikan jaringan seluler terbesar kedua di Myanmar.

Langkah itu dilakukan setelah otoritas memblokir Facebook, Twitter, dan Instagram menyusul kudeta militer tak berdarah terhadap pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi, yang menjalankan menjadi penasihat negara sejak 2016. Militer Myanmar, yang secara resmi dikenal sebagai Tatmadaw, mengumumkan keadaan darurat Senin lalu, beberapa jam setelah menahan Presiden negara itu Win Myint, pemimpin de facto dan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan anggota senior lainnya dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa. (NE/AA)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *