Tuesday, April 20

Dipanggil KPK, Effendi Gazali Mengaku Bingung

Jakarta: Pengamat Politik Effendi Gazali mengaku bingung karena diminta penyidik KPK membawa rekening perusahaan.

Hal ini ketika Effendi memenuhi panggilan penyidik KPK untuk memberikan kesaksian berkaitan dengan perkara dugaan suap dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19.

“Pertanyaan yang juga menarik adalah surat panggilan KPK itu isinya gini, ‘Harap membawa rekening perusahaan sejak 1 Januari 2020 dan PO Bansos Kemensos’. Saya ambil rekening siapa? Dari perusahaan mana saya ambil?” kata Effendi setiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021).

“Mengenai ada PT atau CV itu, saya mengatakan saya tidak kenal. Dan itu yang lebih gampang begini sebetulnya, panggil saja PT atau CV-nya, betul nggak? Panggil, konfrontasi ke saya. Apakah saya memang dapat segitu, kapan dikasih, dan kemudian apa urusannya dengan saya. Itu nanti ya setelah saya dari atas (menjalani pemeriksaan di KPK),” tambahnya.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pengamat politik Effendi Gazali terkait dengan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

“Effendi Gazali, wiraswasta, dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS [Matheus Joko Santoso],” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis (25/3).

Belum diketahui keterkaitan Effendi dalam kasus yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk ini.

Namun, Effendi juga diduga mengetahui kasus dugaan penetapan izin ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia sudah diperiksa terkait kasus tersebut.

Sementara itu, terkait kasus bansos, tim penyidik lembaga antirasuah turut memanggil enam saksi lain. Mereka ialah Sekretaris Jenderal Kemensos, Hartono Laras; Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Kemensos, Pepen Nazaruddin; tenaga ahli Juliari, Kukuh Ari Wibowo; Triana (PT Indo Nufood Indonesia); Amelia Prayitno (PT Cyber Teknologi Nusantara); dan adik dari politikus PDIP Ihsan Yunus, Muhammad Rakyan Ikram.

“Mereka juga diperiksa untuk tersangka MJS,” tandas Ali.

Juru bicara berlatar belakang jaksa ini menyatakan penyidik masih terus mengusut sejumlah perusahaan yang ditunjuk menjadi rekanan penyedia bansos Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *