Thursday, May 6

Dipaksa Mundur, Kevin/Marcus Sempat Mengalahkan Inggris

Jakarta: Prahara Tim Nasional Bulu Tangkis Indonesia dipaksa mundur dari ajang bergengsi dunia All England 2021 hari ini, Kamis (18/3/2021), telah menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia.

Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Agung Firmansah Sampurna menyatakan, National Health Service (NHS) adalah pihak memaksa Tim Bulu Tangkis Indonesia mundur dari ajang All England 2021, dan bukan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

“Itu aturan negara setempat, ada yang namanya NHS, itu adalah lembaga independen di Inggris. Kita ingin adalah adanya transparasi sekarang. (Dengan) BWF tidak ada masalah,” kata Agung saat konferensi pers di Gedung BPK RI, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Dia menjelaskan, sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, penumpang lain diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari.

Tim Indonesia terpaksa mundur dan menjalani isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021, di Crowne Plaza Birmingham City Centre.

Meski demikian, PBSI memastikan bahwa seluruh Tim Indonesia berada di Birmingham saat ini dalam keadaan sehat.

Mengalahkan Inggris

Tapi, sebelum keputusan NHS itu diumumkan hari ini, salah satu grup Timnas Indonesia telah mengalahkan tuan rumah, yakni Timnas Inggris di Birmingham Arena, Rabu (17/3/2021) kemarin.

Mereka adalah Tim Ganda Putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Kevin/Marcus telah berhasil melangkah ke babak kedua All England 2021 usai menyingkirkan pasangan Inggris Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen lewat rubber game 21-12, 19-21, 21-9.

Padahal, Kevin/Marcus kerap tertinggal dalam perolehan poin di awal babak pertama dari Clare/Van Leeuwen.

Bahkan, Kevin/Marcus sempat tertinggal 4-6.

Tapi, mereka dapat dapat menyamakan kedudukan 6-6.

Setelah itu, Kevin/Marcus melesat dengan unggul dua poin atas Clare/Van Leeuwen menjadi 8-6.

Ganda unggulan pertama itu menjauhkan keunggulan jadi 9-6 dan menutup interval babak pertama dengan 11-8.

Selepas interval, Marcus/Kevin sulit dibendung pasangan Inggris.

Permainan agresif yang diperagakan The Minions membuat mereka bisa unggul jauh hingga 17-10 atas Clare/Van Leeuwen.

Clare/Van Leeuwen hanya bisa meraih dua poin usai interval. Marcus/Kevin pun menutup gim pertama dengan 21-12.

Pada babak kedua, Marcus/Kevin mengalami situasi seperti awal babak pertama.

Marcus/Kevin terpaut enam poin dari Clare/Van Leeuwen yang bisa unggul cepat 7-1. Namun, situasi itu tidak berlangsung lama.

Sebab, Marcus/Kevin mampu menambah empat poin walau masih tertinggal 5-9 dari Clare/Van Leeuwen.

Clare/Van Leeuwen tidak membiarkan Kevin/Marcus untuk bisa membalikkan keadaan.

Pasangan Inggris ini terus menjaga selisih poin, dan bahkan mampu unggul 16-11 atas Kevin/Marcus.

Setelah itu, Kevin/Marcus mampu meraih tiga poin untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 14-18.

Clare/Van Leeuwen sempat menambah satu poin, tetapi Kevin/Marcus terus mendulang poin hingga menyamakan kedudukan jadi 19-19.

Dalam kedudukan 19-19, Kevin/Marcus tidak mampu menjaga konsistensi.

Alhasil, Clare/Van Leeuwen bisa merebut dua poin krusial untuk menang 21-19 di gim kedua.

Memasuki babak ketiga, Kevin/Marcus tidak mau lagi lengah seperti di dua gim sebelumnya.

Kevin/Marcus langsung tampil menekan sehingga bisa unggul hingga tujuh poin dengan 11-4 atas Clare/Van Leeuwen di interval gim ketiga.

Setelah interval, Kevin/Marcus merebut dua poin beruntun untuk unggul 13-4. Clare/Van Leeuwen coba merespons dengan merebut dua poin sehingga skor menjadi 7-15.

Tapi, upaya itu tidak cukup untuk membendung laju Kevin/Marcus memenangi pertandingan.

Kevin/Marcus akhirnya dapat membungkam sang tuan rumah dengan poin 21-9, pada babak ketiga.

Mereka menang dengan 2-1 dari pertandingan pembuka All England 2021 itu menghadapi sang tuan rumah, Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *