Dinkes Semarang Sebut Tidak Ada RS yang Meng-Covid-kan Pasien

0
(0)

Semarang – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam memastikan tidak ada rumah sakit di Ibu Kota Jawa Tengah itu yang “meng-COVID-kan” pasiennya yang meninggal dunia demi mendapatkan anggaran dari pemerintah.

“Teman-teman rumah sakit di Semarang insya Allah tidak ada,” kata Hakam di Semarang, Rabu.

Menurut dia, seluruh prosedur penanganan di rumah sakit sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku.

Ia mencontohkan istilah “suspect” dan “probable” terhadap pasien.

“Sesuai aturan, kalau pasiennya dengan status itu meninggal maka penanganannya tetap dengan menggunakan protokol COVID-19,” katanya.

Ia justru menyayangkan jika ada masyarakat yang justru meminta surat keterangan kematian yang isinya disebabkan oleh COVID-19 untuk tujuan tertentu.

Ada dugaan karena tunjangan Rp15 juta dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, kata dia, sehingga banyak yang meminta surat keterangan kematian akibat COVID-19.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menghadapi situasi pandemi ini.(EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Hari Ini BEM Seluruh Indonesia Umumkan Geruduk Istana

Thu Oct 8 , 2020
0 (0) Jakarta: Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dijadwalkan akan menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Kamis (08/10/2020) besok, aksi ini menolak pengesahan omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang. Melalui akun Instagram resmi BEM SI menyerukan mahasiswa di berbagai daerah bergabung dalam unjuk rasa bakal […]