by

Diharapkan Mampu Melindungi Korban

Jakarta: Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Diah Pitaloka mengaku berharap agar Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dapat menjadi landasan hukum bagi perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Makanya diharapkannya juga DPR bersama pemerintah dalam pembahasannya nanti mampu menjadikan RUU tersebut menjadi UU yang berkualitas.

“Yang mana tidak hanya membantu menyelesaikan eksekusi terhadap kasus kekerasan seksual, namun juga melindungi korban kekerasan dalam memperoleh keadilan di mata hukum,” katanya, dikutip dari situs resmi DPR RI, Kamis (5/1/2022).

Lebih lanjut Diah mengharapkan, RUU TPKS mampu membuka akses pelayanan publik yang lebih baik, di antaranya hadirnya pendampingan bagi korban untuk membantu proses pemulihan.

“Dengan terbukanya akses tersebut, diharapkan aspek pemulihan korban turut diperhatikan,” tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menekankan bahwa perlindungan terhadap korban tindak kekerasan seksual, utamanya terhadap perempuan harus menjadi perhatian bersama.

Untuk itu, Kepala Negara memerintahkan kepada Menteri Hukum dan HAM beserta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak segera melakukan koordinasi dan konsultasi dengan DPR, agar ada langkah percepatan pengesahan Undang-Undang.

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada Gugus Tugas terkait untuk segera menyiapkan draf masalah yang disiapkan DPR.

“Sehingga proses pembahasan bersama nanti bisa lebih cepat, masuk ke pokok substansi untuk memberi kepastian hukum serta menjamin perlindungan bagi korban kekerasan seksual,” demikian Jokowi.

Sebagai informasi, draf RUU TPKS telah disepakati Baleg DPR pada Rabu (9/12/2021) lalu. Ketika itu mayoritas fraksi menyatakan mendukung. Draf RUU TPKS pun direncanakan akan dibawa pada Rapat Paripurna mendatang untuk ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR, agar nantinya dibahas lebih lanjut bersama pemerintah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *