Friday, June 18

Diberi Hukuman 4 Bulan Penjara Bagi Penampar Marcon

Jakarta: Pria yang menampar Presiden Emmanuel Macron saat sedang melakukan tur nasional di Tan-l’Hermintage di luar kota Valence, Drome, Prancis, Selasa (8/6/2021) lalu, akhirnya mendapat hukuman empat bulan penjara.

Pria tersebut diketahui bernama Damien Tarel. Pada saat pembacaan keputusan hakim, pihaknya menerima rekomendasi dari jaksa untuk membui Tarel selama 18 bulan. Namun menurutnya, empat bulan tahanan juga sudah cukup.

Di dalam persidangan yang berlangsung pada Kamis (10/6/2021) kemarin, Tarel mengaku “bertindak tanpa berpikir” saat menampar Macron. Bahkan ia juga mengaku bersimpati dengan gerakan “rompi kuning” di negaranya.

Sebagai pengangguran yang hidupnya bergantung pada kekasihnya, Tarel menganggap Macron tak berbuat apa-apa untuk kesejahteraan.

“Macron melambangkan kemunduran negara ini,” ucap Tarel dilansir AFP, Jumat (11/6/2021).

Ia juga menganggap bahwa kunjungan Macron pada saat itu ke daerahnya hanya merupakan cara untuk menarik perhatian warga menjelang pemilihan umum tahun depan. Jadi pada saat Marcon tersenyum kearah warga, ia tidak mampu menahan amarahnya.

“Ketika saya menyadari wajahnya yang ramah, saya menyadari bahwa ia ingin mengubah saya menjadi seseorang yang mau memilihnya,” tutur Tarel.

“Saya dibanjiri perasaan tidak adil,” katanya.

Maka dari itu, pengadilan memerintahkan Tarel untuk mencari pekerjaan atau mengikuti program pelatihan. Hakim juga melarang Tarel membawa senjata apa pun selama lima tahun ke depan.

Sementara itu, Macron sendiri menganggap bahwa insiden ini tak bisa dianggap wajar. Meski demikian ia tak kapok untuk mengunjungi warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *