Friday, May 7

Di Saat APD Dibutuhkan Tenaga Medis, Dua Warga Belanja Di Mall Pakai APD

Jakarta,-Sebuah video tentang orang yang berbelanja dengan menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD), viral di media sosial. Video itu mendapat perhatian dari masyarakat.

Dalam video yang viral tersebut, terlihat dua orang yang sedang berbalanja di mal. Mereka menggunakan pakaian APD untuk virus corona.

Terlihat ada salah satu warga, entah itu pengunjung mal atau pegawai mal setempat. yang memprotes penggunaan pakaian itu di mal.

“Orang-orang di sini tidak tenang gara-gara kalian,” kata pria yang menggunakan kemeja tersebut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto ikut menyayangkan adanya warga sipil yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan dipakai berbelanja ke mal. APD tersebut semestinya digunakan oleh petugas medis. Semestinya, baju hazmat bisa disalurkan kepada para petugas medis yang saat ini paling membutuhkan untuk menangani pasien Covid-19. “(Mereka) keterlaluan!” ujar Yurianto singkat, (29/3).

Yurianto menjelaskan warga cukup melakukan langkah-langkah pencegahan yang sudah disosialisasikan pemerintah agar terhindari dari penularan Covid-19, tanpa harus mengenakan APD secara berlebihan. Pertama, ujarnya, adalah melakukan penjagaan jarak fisik saat berkomunikasi dengan orang lain. Jarak minimal saat berbincang ini harus dijaga minimal 1,5 meter.

“Penularan ini dari orang yang sakit kepada orang sehat melalui kontak dekat. Penyakit ini ditularkan dari droplet dari orang yang sakit pada saat dia batuk, bicara, bersin, ke sekitarnya. Dan apabila ada orang sehat di sekitanya kurang dari satu meter, maka besar kemungkinan droplet ini terhirup masuk oleh orang yang sehat,” jelas Yuri.

Langkah pencegahan kedua, rajin-rajin mencuci tangan dengan sabun. Yuri menjelaskan bahwa droplet dari orang yang terinfeksi virus corona bisa saja menempel di titik-titik yang biasanya disentuh orang seperti railing tangga hingga tombol lift. Dengan mencuci tangan sesering mungkin, Yuri mengatakan, masyarakat bisa menekan risiko penularan ke diri sendiri. Masyarakat juga diminta menghindari menyentuh wajah.

“Kita juga meminta siapapun yang menunjukkan gejala flu, seperti flu, demam, batuk kering, mungkin disertai pilek, sesak napas, gunakan masker. Agar saat dia batuk maka droplet tidak ke mana-mana,” jelasnya.(rek/DNA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *