by

Di Lembaga Keagamaan, KPAI Sesalkan Kejahatan Seksual

Jakarta: Komisioner Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Jasra Putra, menyesalkan terjadinya pelecehan seksual oleh seorang calon pendeta. Peristiwa tersebut berlangsung di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan korban sebanyak 14 orang.

“Seharusnya calon pendeta menjadi pelindung dan inspirasi bagi anak-anak,” kata Jasra kepada RRI Pro 3, Senin (19/9/2022). Namun, lanjutnya, dia justru menjadi pelaku kejahatan seksual.

Oleh karena itu, Jasra meminta agar para korban mendapat perlindungan maksimal oleh pihak-pihak terkait. Termasuk dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat.

Menurut Jasra, kebanyakan korban pelecehan seksual menderita trauma berat. Sehingga upaya sistematis untuk rehabilitasi, pengobatan dan pendampingan hukum kepada mereka harus dilakukan cepat.

“Dalam hal ini kami melakukan pengawasan agar semua pihak terkait tetap bekerja,” katanya. Selain itu, peran orang tua sangat besar dalam mewaspadai dan memperhatikan kegiatan anak-anaknya.

Jasra berharap pemerintah membuat aturan turunan dari UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang sudah disahkan. “Ini agar Undang-Undang tersebut hadir secara efektif melindungi anak-anak dari kejahatan seksual,” ucapnya.

Seorang calon pendeta di Alor melakukan kekerasan seksual terhadap 14 orang anak. Sebanyak 10 di antaranya berusia di bawah 17 tahun, dan empat korban lainnya remaja di bawah 19 tahun.