Denny Indrayana: Masih Banyak Kantong Suara Belum Masuk

0
(0)

Banjarmasin – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan nomor urut 2, Prof H Denny Indrayana dan H Difriadi Derajat, mendapat amunisi kemenangan di Banjarmasin. Walau tipis, Denny ditetapkan menjadi pemenang di Banjarmasin 4.108 suara dari petahana H Sahbirin Noor dan H Muhidin.

Namun, secara keseluruhan di tingkat provinsi, klaim kemenangan tipis perolehan suara Pilgub Kalsel disampaikan tim petahana Sahbirin-Muhidin. Apa respons Denny Indrayana atas klaim tersebut?

Jika melihat persaiangan ketat kedua kandidat, kemungkinan besar akan diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK). Denny sendiri mengisyaratkan kemungkinan tersebut, baik kalah maupun menang. Jika menang, dia pun siap-siap diperkarakan di MK.

Menurut mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu, lawan politiknya memang selalu mengklaim kemenangan dari awal pertarungan. Namun, klaimnya berubah-ubah, mulai dari menang 70 opersen suara hingga klaim terkecil dengan kemenangan tipis. Menurut Denny, jika merujuk pada hasil sementara perolehan dari situs Sirekap, dia pasangannya ketinggalan 0,1 persen.

“Ini proses penghitungan masih berjalan. Saya sendiri masih punya banyak optimisme akan unggul di Pilgub ini. Sebab, masih banyak kantong-kantong suara seperti di Kabupaten Kotabaru masih belum masuk seluruhnya pada proses rekap,” ujarnya dalam konferensi pers di rumahnya di Jalan Purnama 4, Banjarbaru, Selasa (15/12/2020).

Dia menuturkan, klaim angka kemenangan petahana terus berubah. Begitulah faktanya, dari sebelum pencoblosan hingga saat ini. “Sebelum pencoblosan, dengan mengutip lima lembaga survei (petahana) mengatakan akan menang mudah dengan angka 70 persen. Selanjutnya, tanggal 10 Desember usai pencoblosan, tim pemenangan mengklaim menang dengan selisih 2,9 persen. Dan kemarin tanggal 14 Desember, mereka mengatakan unggul 0,48 persen,” kata Denny.

Dia melihat selisih angka tipis dari hasil perolehan suara nantinya berpotensi adanya gugatan. “Hingga saya maju ke sini (konferensi pers), pada laman KPU di sirekap posisinya tipis 50,1 persen dan 49,9 persen. Dengan angka semacam itu maka semua pihak harus siap-siap untuk mengantisipasi kemungkinan sengketa hasil di MK,” katanya.

Denny menjelaskan dalam peraturan MK yang terbaru tidak disebutkan batasan berapa persen selisih suara yang dapat diajukan ke MK, sehingga terbuka lebar potensi gugatan karena selisih hasil suara kemungkinan tipis.

“Meski tidak disebutkan berapa sehingga semua harus mengantisipasi. Posisinya sekarang kami menang, sirekap memberikan angka di atas, tetapi kami dalam posisi menang sekalipun akan siap menghadapi gugatan,” ucapnya.

Dari potensi tersebut, Denny meminta tolong dan memanggil partisipasi masyarakat untuk ikut peran dalam mengawal proses tersebut. “Dalam rangka persiapan MK saya mengundang semua masyarakat yang mengetahui indikasi dan bukti kecurangan apapun buktinya untuk mengirimkan ke nomor yang kami siapkan yakni di nomor 081977726299,” katanya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *