by

demi Klaim Asuransi Rp 15 M, Ini Aktor Utama Rekayasa Kecelakaan Lalin

Jakarta – Jajaran Polsek Cikarang Pusat, Polrestro Bekasi memperlihatkan aktor utama pembuat rekayasa kecelakaan lalu lintas Wahyu Suhada (35) alias WS.

Wahyu merupakan aktor utama rekayasa cerita korban tenggelam di Kalimalang, tepatnya di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 4 Juni 2022 lalu.

Ia menyerahkan diri ke Mapolsek Cikarang Pusat pada pada Kamis (10/6/2022), setelah Kepolisian menetapkan dirinya masuk daftar pencarian orang (DPO). Sebelumnya, anggota Reskrim Polsek Cikarang Pusat juga telah mengamankan tiga rekan Wahyu yakni Abdul Mulki (37), Dena Surya (25), dan Asep (35).

Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Awang Parikesit, mengatakan, motif aktor utama melakukan rekayasa lalu lintas dan tenggelam di Kalimalang adalah untuk mendapatkan klaim asuransi hingga mencapai total Rp 15 miliar dari empat perusahaan asuransi.

“Tersangka WS mendaftarkan dirinya di empat polis asuransi berbeda antara Astra Life, Allianz, FWD, dan Mega Life. Jika berhasil, tersangka akan mendapatkan uang klaim asuransi sebesar Rp 15 miliar,” kata Awang Parikesit saat memperlihatkan tersangka Wahyu Suhada di Mapolsek Cikarang Pusat, Jumat (10/6/2022).

Untuk mewujudkan aksinya tersebut, Wahyu mengajak tiga rekannya, merekayasa kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, Wahyu nekat merekayasa kecelakaan lalu lintas karena dirinya merugi setelah bermain EDC cash atau E-Dinar Coin Cash.

Pemilik EDC cash ini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan tindak pidana penipuan kepada kurang lebih 57.000 membernya dengan kerugian Rp 300 miliar.

Sementara itu, Wahyu Suhada saat ditanyakan mengapa melakukan rekayasa kecelakaan lalu lintas tersebut, karena terhimpit utang dari aplikasi EDC cash hingga mencapai Rp 2,8 miliar.

“Karena memang kondisi saya terhimpit utang. Jadi, saya harus membayar beberapa yang harus saya bayar. Dan, itu saya gelap mata akhirnya saya melakukan itu (rekayasa kecelakaan lalu lintas),” ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, asuransi yang diikuti untuk persiapan anak dan istrinya. “Saat saya nanti meninggal,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Wahyu Suhada dan Abdul Mulki dilaporkan dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX bernomor polisi F 6058 FHB.

Kedua korban ditabrak mobil Toyota Fortuner di Jalan Inspeksi Kalimalang, hingga terpental ke Kalimalang pada Sabtu, 4 Juni 2022 lalu. Wahyu dilaporkan hilang tenggelam di Kalimalang dan rekannya, Abdul Mulki, hanya mengalami luka ringan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka kini dijerat Pasal 220 KUHP tentang Laporan Palsu dengan ancaman penjara 1 tahun 4 bulan.