by

Daya Beli Rumah, Waspadai Developer Nakal

Jakarta: Harga properti termasuk rumah, hari-hari ini semaking tinggi. Besarnya harga rumah ini seolah sulit dijangkau oleh kalangan milenial. Belum lagi harus menghadapi kekhawatiran jika bertemu developer nakal. Bukan tanpa alasan, mengingat saat ini milenial sedang banter-banternya membeli hunian mereka menjadi target para pengembang, tak terkecuali developer nakal.

Peningkatan demografis yang didominasi milenial ini pun menjadi incaran para developer nakal. Apalagi anak-anak muda seperti para milenial masih minim pengetahuan mengenai jual-beli properti. Tak berhenti di situ, ada beberapa faktor yang membuat para milenial ini mudah ditipu oleh developer nakal. Seperti yang diungkapkan oleh Dhiraj Kelly Sawlani selaku pemimpin perusahaan pengembangan proyek properti di Indonesia, PT Sarana Abadi Raya (SAR) dan komisaris di PT Era Integrity.

“Milenial mudah tertipu oleh developer nakal karena tergiur iming-iming harga murah, DP minim dan iklan yang dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli baik secara online maupun offline,” kata Dhiraj Kelly kepada rri.co.id, Selasa (23/11/2021).

Sebagai pebisnis yang bergulat di dunia properti, pria yang dikenal sebagai Dhiraj Kelly ini sering menerima keluhan dari para kliennya. Mereka mengeluhkan jika developer nakal yang menipu mereka menyodorkan rumah yang tak layak kualitasnya, bahkan ada pula developer yang kabur setelah menerima uang muka.

Hasil riset Tren Pasar Properti semester 1 tahun 2021 oleh perusahan teknologi yang bergerak di bidang properti (PropTech) Lamudi.co.id, selama lima tahun terakhir, demografis pencari properti berada di usia 25-45 tahun semakin meningkat dan dipimpin oleh kelompok yang ada di rentang usia 25-34 tahun. Hasil ini jelas mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2016 sebesar 781 persen.

Menurut Dhiraj Kelly, para pengembang nakal ini sebetulnya tidak sulit untuk dicari tahu. Biasanya developer nakal tidak memiliki track record yang baik.

“Developer nakal biasanya bisa dilihat dari track record-nya. Biasanya project yang dibangun merupakan project pertama atau pilot project. Setelah bermasalah, developer tersebut akan membentuk PT baru dan project yang lama dibiarkan mangkrak,” jelas pria asal Salatiga itu.

Ketika menjadi pihak yang kena sial developer nakal, kata Dhiraj, langkah pertama korban harus mencari kuasa hukum dan meminta perlindungan konsumen. Cara lain, dapat mengumpulkan para korban dan mengajak mereka untuk bersama-sama membuat laporan karena akan semakin kuat untuk diperhatikan pihak berwajib.

“Saran saya, pilihlah developer yang memiliki track record jelas. Sudah menyelesaikan lebih dari satu project, dan project sebelumnya tidak bermasalah baik dari segi kualitas maupun ketepatan waktu serah terima,” pungasnya.

Dhiraj Kelly menambahkan, untuk lolos dari developer nakal, para milenial disarankan untuk membeli hunian yang ready stock. Sebisa mungkin hindari pembelian rumah secara indent jika developer belum memiliki reputasi yang jelas.

Maraknya penipuan jual-beli rumah di kalangan milenial ini turut menyulitkan developer ‘sehat’ yang menawarkan rumah indent. Tapi tidak bagi pebisnis properti yang menyediakan property ready stock seperti milik Dhiraj Kelly.

“Saya tidak pernah menjual rumah secara indent. Sehingga, walaupun perusahaan saya masih tergolong baru, tetap memperoleh kepercayaan customer karena rumah yang saya tawarkan adalah rumah ready stock,” tutupnya.

Untuk membantu para milenial maupun masyarakat yang ingin mengetahui berbagai persoalan mengenai dunia properti, Dhiraj Kelly Sawlani kerap membagikan informasi melalui Instagram-nya @dhirajkelly. Sehingga masyarakat maupun milenial mendapatkan insight baru tentang kapan sebaiknya harus membeli rumah hingga pertimbangan apa saja yang perlu dipikirkan sebelum beli rumah, dan masih banyak lagi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *