Friday, May 7

Daya Beli Masyarakat Madiun Mulai Meningkat

Madiun: Sektor ekonomi di Kota Madiun kini mulai menggeliat. Setelah tiga bulan berturut-turut sejak Juli, Agustus, September mengalami deflasi dampak pandemi Covid-19, saat ini mulai terjadi peningkatan daya beli masyarakat. Terbukti, pada Oktober 2020 Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan indeks harga konsumen (IHK), 103,44.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Umar Sjaifudin mengatakan, inflasi Kota Madiun pada Oktober diatas angka inflasi Jawa Timur 0,02 persen. Selain itu juga lebih tinggi dibanding inflasi nasional 0,07 persen.

“Meskipun masih disituasi pandemi, tapi TPID Kota Madiun mulai menggalakkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan lain sebagainya sehingga geliat perekonomian dan daya beli masyarakat mulai terasa atau ada peningkatan di bulan Oktober,” kata Umar, Kamis (5/11/2020).

Diketahui, terjadinya inflasi di Kota Madiun, salah satunya karena Pemkot Madiun memberikan kelonggaran penerapan jam malam. Artinya, pengereman terhadap penyebaran covid-19 tetap dilakukan, sementara perekonomian di gas secara perlahan.

Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi pada Oktober di Kota Madiun diantaranya meningkatnya harga nasi dengan lauk, daging ayam ras, cabai merah, minyak goreng, bawang merah dan beras. Sedangkan komoditas penekan inflasi diantaranya menurunnya harga telur ayam ras, telepon seluler, cabai rawit, tarif listrik dan emas perhiasan.

Dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, empat kota mengalami inflasi dan empat kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Probolinggo sebesar 0,15 persen. Disusul Madiun 0,11 persen. Banyuwangi 0,07 persen. Jember 0,01 persen. Kemudian Surabaya -0,02 persen, Kediri -0,05 persen, Malang -0,06 persen dan Sumenep -0,07 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *