Dampak Pelaku Pasar Cari Aman,Rupiah Diperkirakan Melemah

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan melemah hari ini. Pada perdagangan Senin, (15/1/2024), rupiah ditutup melemah 0,03 persen atau 5 poin ke posisi Rp15.555 per dolar AS.

“Ketegangan di Timur Tengah mungkin menjadi pemicu pelaku pasar masuk ke aset dolar AS sebagai salah satu aset aman. Sehingga dolar AS akan menguat terhadap nilai tukar mata uang lainnya,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra, Selasa (16/1/2024).

Pagi ini, tambah Ariston, indeks dolar AS sudah bergerak di kisaran 102,8. Pagi hari sebelumnya indeks dolar AS sudah di kisaran 102,4.

Diketahui, konflik geopolitik semakin memanas menyusul serangan AS dan Inggris ke markas Houthi di Yaman. Kemudian, Houthi membalasnya dengan serangan ke kapal-kapal komersil AS di Laut Merah.

Sementara itu serangan Israel ke Gaza masih berlangsung. Dari Lebanon serangan rudal menghantam Israel.

“Di Turki, militer negara itu melakukan serangan ke pemberontak Kurdi di Irak dan Suriah. Konflik yang makin meluas ini memicu kekhawatiran pelaku pasar karena bisa menganggu perekonomian globa,” ucap Ariston.

“Pagi ini indeks saham Asia terlihat bergerak menurun dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Ini bisa mengindikasikan bahwa pelaku pasar berusaha menghindari aset berisiko.”

Ariston memperkirakan, potensi pelemahan rupiah terhadap dolar AS hari ini ke arah Rp15.600. Sedangkan potensi support di kisaran Rp15.530 per dolar AS.

Untuk indeks saham, dalam penutupan perdagangan Senin sore, IHSG turun 17,13 poin atau 0,24% ke level 7.224. Tim analis BNI Sekuritas mencatat penurunan IHSG disertai net buy (aksi beli) asing sebesar Rp231 miliar

Sedangjan saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BBRI, AMMN, ADRO dan BBNI. “Hari ini IHSG berpotensi naik jika berhasil break resist kuat di 7.250, level resistance IHSG 7.250-7.270, level support 7.180-7.200,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman.

Fanny menjelaskan, sejumlah bank raksasa di AS, seperti Bank of America, Citigroup dan Wells Fargo memangkas 17.700 tenaga kerja sepanjang 2023. Pemangkasan dilakukan saat ketiga raksasa perbankan tersebut melaporkan laporan laba triwulan keempat tahun 2023.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *