by

Covid-19 Naik, Pemakaian Masker Harus Diperketat

Jakarta: Puncak kenaikan kasus Covid-19 akibat subvarian BA4 dan BA5 lebih rendah dari varian Delta maupun Omicron. Ini berdasarkan hasil pengamatan Kemenkes terhadap perkembangan kasus di Afrika Selatan.

Terkait hal itu pakar epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengimbau, pemerintah untuk merevisi kebijakan pemakaian masker di luar ruangan guna menekan penyebaran Covid-19.

“Kita belajar dari berbagai potensi gelombang berikutnya. Bahwa ada prediksi gelombang jelas ada, tapi memang walau moderat, harus kita cegah,” kata Dicky kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Dicky mengungkapkan, pengetatan regulasi pemakaian masker menurut Dicky tidak harus dalam bentuk PPKM level 3 atau pun 4. Tapi pengetatan dalam upaya intervensi kesehatan masyarakat.

“Jika bicara intervensi masyarakat harus bersifat pencegahan dan berada di awal. Bukan reaktif tapi responsif,” jelasnya.

“Masker digencarkan, pemahaman termasuk kalau diwajibkan ya diwajibkan. endemi tidak dapat dijadikan sebagai contoh karena, jika Covid-19 menjadi sebuah endemi, maka masyarakat Indonesia akan merasa lumrah dengan keberadaan virus tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 1.445 orang pada Senin (27/6/2022), sehingga total kasus positif Covid-19 mencapai 6.081.896 orang.

Hari ini juga ada tambahan sembilan orang yang meninggal sehingga total menjadi 156.726 jiwa meninggal dunia. Kemudian, ada tambahan 1.637 orang yang sembuh sehingga total menjadi 5.910.855 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara kasus aktif atau orang yang masih dirawat turun 201 menjadi 14.315 orang, dengan jumlah suspek mencapai 3.052 orang