Covid-19 Kepung Spanyol, Keadaan Darurat Dipersiapkan

5
(9)

Ilustrasi

Jakarta: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengadakan rapat Kabinet untuk mempersiapkan keadaan darurat baru untuk membendung infeksi Covid-19. Langkah tersebut membuat pemerintah dapat memberlakukan jam malam dan pembatasan lainnya di seluruh negeri.

Pemerintah Sanchez mengatakan pada Sabtu malam bahwa mayoritas pemimpin regional Spanyol telah menyetujui keadaan darurat baru.

“Pertemuan pada Minggu dilakukan untuk mempelajari persyaratan dalam pelaksanaan penerapan tersebut,” kata Sanchez, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan, lembaganya dan pejabat kesehatan regional sedang mempelajari cara menerapkan jam malam. Kemungkinan besar pemberlakuan jam malam akan seperti Prancis yang mulai pukul 21.00 hingga pukul 06.00.

Keadaan darurat memberikan pemerintah nasional kekuasaan yang luar biasa, termasuk kemampuan untuk sementara waktu membatasi kebebasan dasar yang dijamin dalam Konstitusi Spanyol seperti hak untuk bergerak bebas. Ini akan menjadi penerapan ketiga kali selama pandemi.

Keadaan darurat pertama dideklarasikan pada Maret untuk menerapkan kurungan rumah yang ketat di seluruh negeri, menutup toko, dan merekrut industri swasta untuk perjuangan kesehatan masyarakat nasional. Penerapan ini dicabut pada Juni setelah pemerintah bisa menahan tingkat penularan dan menyelamatkan rumah sakit dari kehancuran.

Sedangkan keadaan darurat kedua berlaku selama dua pekan hanya di kota Madrid. Keputusan ini memaksa para pemimpin daerah ibu kota yang enggan memberlakukan batas perjalanan pada penduduk untuk memperlambat infeksi baru tumbuh secara eksponensial. Penerapan tersebut telah berakhir sejak Sabtu.

Pekan ini Spanyol menjadi negara Eropa pertama yang melampaui satu juta kasus Covid-19 yang tercatat secara resmi. Namun, Sanchez mengakui angka sebenarnya bisa lebih dari tiga juta karena kesenjangan dalam pengujian dan faktor lainnya.

Laporan terakhir Spanyol pada Jumat menyatakan hampir 20 ribu kasus harian baru dan 231 kematian lebih. Kondisi ini menjadikan jumlah kematian negara tersebut dalam pandemi menjadi 34.752 jiwa.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 9

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gawat, Terpidana Mati Kendalikan Sabu 8.8 Kilogram

Mon Oct 26 , 2020
5 (9) Surabaya: Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap kasus narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) dengan menyita barang bukti sabu-sabu seberat 8.8 kilogram. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Memo Ardian menyatakan, kasus narkoba yang berhasil dibongkar merupakan jaringan bandar narkoba Jombang, Jawa […]