Friday, April 16

Covid-19 DKI Jakarta, 6.186 Orang Diisolasi

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lantaran kasus positif COVID-19 yang masih terus bertambah.

Kendati Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan 3T, diperlukan kerja bersama masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 10.186 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.639 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 815 positif dan 6.824 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 3.533 orang dites, dengan hasil 99 positif dan 3.434 negatif.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 312.517. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 74.949. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 865 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.186 (orang yang masih dirawat/ isolasi),” kata Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id, Selasa (23/3/2021).

Dwi menambahkan, jumlah kasus aktif Covid-19 terkomformasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 372.871 kasus.

“Dari jumlah total kasus aktif (Covid-19) tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 360.479 dengan tingkat kesembuhan 96.7%, dan total 6.206 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1.7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2.7%,” jelasnya.

“Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 14%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11.2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%,” terangnya.

Menurut Dwi, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 879.229 orang (29,3%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 228.255 orang (7,6%).

Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 121.834 orang (108,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 98.956 orang (88,1%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 314.312 orang (34,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 5.263 orang (0,6%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang.

Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 443.083 orang (22,4%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 124.036 orang (6,3%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta hingga 22 Maret 2021 pukul 20.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan rincian sebagai berikut:

A. Perorangan (Tidak Memakai Masker)

– Kerja Sosial = 2.500

– Denda = 50

– Jumlah = 2.550

B. Restoran/Rumah Makan

– Denda = 0

– Penghentian Sementara Kegiatan 1×24 jam = 10

– Penghentian Sementara Kegiatan 3×24 jam = 5

– Teguran Tertulis = 34

Pembubaran = 27

– Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

– Tidak Ditemukan Pelanggaran = 354

– Jumlah = 430

C. Perkantoran, Tempat Usaha, Tempat Industri

– Denda = 0

– Penghentian Sementara Kegiatan 3×24 Jam = 2

– Teguran Tertulis = 18

Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

– Tidak Ditemukan Pelanggaran = 314

– Jumlah = 334

Nilai Denda

– Perorangan = Rp. 6.600.000

– Tempat Usaha Makan Minum / Restoran / rumah Makan = Rp. 0

– Tempat Kerja / Kantor / Tempat Industri = Rp. 0

– Jumlah = Rp. 6.600.000

Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI. Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.

Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.

Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *