Covid-19 di AS: 3.000 Orang Meninggal dalam Waktu 24 Jam

0
(0)

Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi angka kematian akibat Covid-19. AS melaporkan lebih dari 3.100 kematian terkait dalam waktu 24 jam terakhir.

Angka kematian tersebut terjadi ketika beberapa negara bagian kembali membuka perbatasan dan melonggarkan kebijakan. Universitas John Hopkins pada hari Kamis melaporkan 3.176 orang di AS meninggal dalam waktu satu hari.

Otoritas tidak mengkonfirmasi alasan mengapa lonjakan kematian tersebut dapat terjadi secara tiba-tiba. Namun yang pasti, hal ini terjadi ketika beberapa negara bagian mulai membuka bisnis yang tidak penting.

Dilansir dari laman Rtnews (24/4), negara bagian Georgia mulai mulai membuka jalan bagi bisnis pangkas rambut, salon spa, dan pusat kebugaran pada awal minggu ini. Beberapa negara bagian lain, termasuk Oklahoma, Montana, Florida, dan Minnesota telah melonggarkan penguncian wilayah mereka. Hal itu memungkinkan beberapa jenis bisnis akan membuka pintu bagi pelanggan.

Beberapa negara bagian lain, termasuk Oklahoma, Montana, Florida, dan Minnesota telah santai menerapkan pedoman penguncian yang ketat, yang memungkinkan beberapa bisnis membuka pintu bagi pelanggan. Salah satu tempat yang dibuka kembali adalah lapangan golf Minnesota.

Sementara itu, Gubernur Florida, Ron DeSantris, juga mengizinkan beberapa pantai untuk dibuka kembali dalam waktu yang bersamaan. Lalu di Montana, layanan gereja bagi jamaah akan dimulai kembali mulai 26 April. Bisnis ritel di negara bagian itu akan membuka pintu bagi pelanggan setelah penguncian, namun harus tetap memperhatikan jaga jarak fisik.

Di Oklahoma, pemilik salon rambut, tukang cukur, spa, salon kuku dan beberapa bisnis lainnya menerima lampu hijau untuk melayani pelanggan mulai 24 April. Keputusan itu bertujuan untuk mengembalikan kembali ekonomi AS yang terpukul oleh lockdown yang menyebabkan pengangguran mencapai 26 juta.

Sementara beberapa pihak berpendapat bahwa pembukaan kembali bisnis itu bersifat sementara. Hal itu mengingat Presiden AS Donald Trump tidak menyetujui dengan langkah dari negara bagian. Di Georgia, New York, Michigan, Minnesota, Arizona, Virginia dan tempat lain, penduduk yang memprotes kembalinya bisnis yang dibuka, turun ke jalan untuk menuntut kebijakan tetap mempertahankan lockdown dan meningkatkan kebijakannya.

Hampir 50.000 orang Amerika meninggal karena Covid-19 sejak awal wabah itu masuk di AS. Serta lebih dari 868.000 infeksi di seluruh negara bagian. (CK)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

IHSG Akhir Pekan Masuk Zona Merah Dipicu Sentimen Negatif Global

Fri Apr 24 , 2020
0 (0) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan, melemah atau memasuki zone merah. Hal itu dipicu sentimen negatif global. IHSG Jumat (24/4) sore ditutup melemah 97,49 poin atau 2,12 persen ke posisi 4.496,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak […]