Friday, June 18

Covid-19 Asal Inggris Sudah Masuk di Indonesia

Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono mengkonfirmasi, jika mutasi Covid-19 yang berasal dari Inggris bernama B.1.1.7, sudah masuk ke Indonesia.

Dante mengatakan, sudah ditemukan dua kasus Covid-19 dengan mutasi B.1.1.7 tersebut di Indonesia.

“Ada berita yang saya terima dari 1 tahun kita melakukan refleksi, kalau 1 tahun yang lalu kita menemukan kasus 01 dan 02 COVID-19, tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B117 UK Mutation di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus,” kata Dante dalam acara ‘Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi’, yang disiarkan di YouTube Kemenristek/BRIN, Selasa (2/3/2021) dikutip Detik.com.

Dante menyebut, masuknya mutasi virus Covid-19 dari Inggris ini, akan membuat tantangan masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi semakin berat.

Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan riset dan model penanganan yang lebih baik.

“Artinya apa, artinya kita akan menghadapi pandemi ini dengan tingkat kesulitan yang semakin berat. Dari 462 yang sudah kita cek di seluruh Nusantara dalam beberapa bulan ini, kita sudah menemukan dua kasus tadi malam dan refleksi itu akan membuat tantangan baru ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, studi-studi epidemiologis secara analitis, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita,” sebutnya.

Dante juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Disamping itu, pemerintah juga diminta terus melakukan inovasi untuk menangani pandemi Covid-19.

“Kita tidak pernah bisa tahu kapan proses ini akan berjalan. Ini adalah bagian dari satu proses yang terjadi di dalam kehidupan sejarah umat manusia, apakah nanti kita akan tetap berjalan pada situasi budaya dan kehidupan seperti ini kita masih belum tahu, tapi kita bertumpu pada apa yang dilakukan teman-teman di dalam riset untuk melakukan inovasi yang mempunyai model-model akselerasi yang makin cepat kalau sekarang kita menemukan alat diagnosis dan screening. Beberapa waktu ke depan kita menemukan kolaborasi dalam bentuk vaksin nasional dan bukan tidak mungkin kita menemukan obat-obat yang mungkin akan bisa memberikan aspek positif untuk menyembuhkan dan terapi yang maksimal pada COVID-19,” ujarnya.

Untuk diketahui, varian Covid-19 baru B.1.1.7, pertama kali ditemukan di Inggris.

Virus tersebut, disebut lebih menular leboh cepat hingga 70 persen dibandingkan dengan varian awal yang ditemukan di Wuhan, China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *