Cina Ingatkan Prancis untuk Tidak Jual Senjata ke Taiwan

0
(0)

Beijing – Cina memperingatkan Prancis untuk tidak menjual senjata ke pulau Taiwan, dengan mengatakan langkah seperti itu akan merusak hubungan bilateral. Cina mengklaim kedaulatan penuh atas pulau itu dan hampir semua negara di dunia mematuhi kebijakan ‘Satu Cina’ dan mengakui kedaulatan Cina atas Taiwan.

Taiwan sebagian besar dilengkapi dengan senjata buatan Amerika Serikat (AS), tetapi mereka membeli enam fregat dari Perancis pada tahun 1991, yang memicu kemarahan Cina. Pada 1992, Prancis juga menjual jet tempur 60 Mirage kepada Taiwan.

Bulan lalu, Taiwan mengatakan berencana untuk membeli peralatan dari Perancis untuk meningkatkan sistem gangguan rudal kapal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, Rabu (13/5) memperingatkan oposisi negaranya terhadap penjualan senjata ke pulau itu.

“Kami menyatakan keprihatinan serius kami kepada Prancis,” katanya pada konferensi pers harian di Beijing.

Dia menambahkan bahwa Cina mendesak Prancis untuk mematuhi prinsip ‘Satu Cina’ dan menarik rencana penjualan senjata ke Taiwan untuk menghindari hal-hal yang bisa merugikan hubungan Beijing-Paris.” Sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa mereka mengikuti peraturan pengadaan terkait untuk pembelian senjata guna memenuhi kebutuhan tempur, dan menolak berkomentar lebih lanjut.



Mengomentari peringatan Cina, Prancis menegaskan kembali kepatuhannya pada kebijakan ‘Satu China’ yang disepakati dengan Beijing pada tahun 1994.

“Dalam konteks ini Prancis menghormati komitmen kontraktual yang dibuatnya dengan Taiwan dan tidak mengubah posisinya sejak 1994,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.

“Menghadapi krisis Covid-19, semua perhatian dan upaya kami harus difokuskan pada upaya memerangi pandemi,” tambahnya.

Hubungan antara Beijing dan Taipei tegang sejak Presiden Tsai Ing-wen berkuasa di pulau itu pada 2016. Dia memiliki kecenderungan anti-Cina yang kuat dan menolak kedaulatan Tiongkok. Taiwan, yang didukung oleh AS yang telah lama mendekati Taipei dalam upaya untuk melawan Beijing, meningkatkan lobi internasional untuk diizinkan bergabung dengan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) bulan ini, sebagai negara pengamat. Dilansir dari laman presstv.com, Cina telah mengejar penyatuan kembali dengan Taiwan sejak pulau itu memisahkan diri dari daratan selama perang saudara tahun 1949. (CK)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Penambahan Positif Covid-19 di Jakarta Masih di Atas 100 Kasus

Fri May 15 , 2020
0 (0) Jakarta – Dilansir dari laman resmi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) Jakarta, corona.jakarta.go.id, terdapat 5.617 kasus positif Covid-19 di ibu kota, Kamis (14/5). Laman tersebut juga menampilkan rinican lainnya, yakni 1.877 orang dirawat di rumah sakit, 1.279 sembuh, 1.995 isolasi mandiri di rumah, dan 466 meninggal. Sebelumnya, Rabu […]