Cegah Penularan Covid-19, Ketua DPRD DKI Ingatkan Sterilisasi Pendingin Ruangan

0
(0)

Jakarta – Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, meminta seluruh pendingin ruangan di sarana publik, ruang perkantoran pemerintah atau pun swasta disterilisasi. Upaya tersebut perlu dilakukan sebagai antisipasi atas potensi penularan virus corona (Covid-19) melalui sarana pendingin ruangan.

“Ini hati-hati lho, AC (pendingin ruangan) bisa menjadi sarana penyebaran. Karena itu saya ingin AC seluruh perkantoran termasuk kantor pemerintahan dan AC di ruang publik itu diservice, semprot disinfektan (secara berkala), dan perhatikan sirkulasi udaranya,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (25/8).

Untuk di perkantoran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pras (sapaan karibnya) meminta pimpinan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) segera menindaklanjuti instruksi yang dimaksud. Termasuk pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berhubungan langsung dengan transportasi publik.

“AC di bus Transjakarta dan MRT saya juga mengimbau untuk disterilisasi. Karena bukan apa-apa, volume penumpang di dua moda tersebut semakin bertambah setelah kebijakan ganjil-genap diterapkan kembali,” paparnya.

Pras menegaskan, upaya sekecil apapun untuk menekan penularan Covid-19 saat ini perlu dilakukan Pemprov DKI. Termasuk mewajibkan seluruh warga menggunakan masker dan menjaga kebersihan diri sendiri.

“Saya sudah lihat razia-razia yang digelar jajaran Kelurahan. Tapi itu tetap harus dibarengi dengan edukasi, jangan main tindak-tindak saja. Kalau perlu kasih (masker) kalau kelihatan ada warga yang tidak menggunakan,” tuturnya. (RAM)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Analisis WSJ: Negara-Negara Dunia Bakal Sulit Bayar Utang Gara-Gara Pandemi Covid-19

Wed Aug 26 , 2020
0 (0) Jakarta – Utang negara-negara di dunia saat ini setara saat masa Perang Dunia II, tetapi bedanya, kini membayar utang akan jauh lebih sulit, karena pengaruh populasi, teknologi, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat akibat pandemi ini. Pandemi Covid-19 membuat negara-negara meningkatkan pengeluaran untuk menghadapinya dan menyebabkan utang publik meroket. […]