Cegah Penghancuran Masjid, Masyarakat Muslim di Kota Nagu China Bentrok dengan Polisi

Jakarta- Pemerintah China mengerahkan ratusan polisi untuk menangkap masyarakat muslim di kota Nagu, provinsi Yunnan, yang terlibat bentrokan karena berusaha mencegah penghancuran masjid.

Pasalnya, pemerintah setempat berusaha untuk meruntuhkan empat menara dan atap kubah Masjid Najiaying. Padahal daerah tersebut merupakan rumah bagi kelompok etnis dengan mayoritas Muslim yang kerap mendapat tekanan dari tindakan keras pemerintah.

Berdasarkan video yang beredar, puluhan petugas yang memegang pentungan dan tameng anti huru hara memukul mundur massa di luar masjid yang melemparkan benda ke arah mereka.

“Mereka ingin melanjutkan penghancuran paksa, jadi orang-orang di sini pergi untuk menghentikan mereka,” kata seorang wanita lokal yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya, dilansir dari ABC, Rabu 31 Mei 2023.

“Masjid adalah rumah bagi umat Islam seperti kami. Jika mereka mencoba merobohkannya, kami pasti tidak akan membiarkan mereka. Bangunan hanyalah bangunan – tidak membahayakan orang atau masyarakat. Mengapa mereka harus menghancurkannya?” Imbuhnya.

Pemerintah bahkan menyebut aksi protes masyarakat muslim tersebut sebagai tindakan yang sangat mengganggu manajemen dan melanggar ketertiban sosial. Kemudian mereka yang terlibat dalam bentrokan juga akan dihukum berat.

Pengendalian agama di China sendiri sudah diperketat sejak Presiden Xi Jinping berkuasa satu dekade lalu. Ia selalu bertindak keras terhadap muslim dengan alasan memerangi terorisme dan pemikiran ekstremis.

Tak hanya itu, sekitar satu juta warga Uighur, Hui, dan minoritas Muslim lainnya telah ditahan di wilayah Xinjiang barat sejak 2017

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *