Thursday, June 24

Cegah Masker Menjadi Persoalan Polusi Plastik Berikutnya

Odense: Hampir setiap menit dalam sehari manusia membuang 3 juta masker. Banyak di antaranya yang berakhir sebagai mikro- dan nanoplastik yang berpotensi beracun atau pembawa racun lain bagi lingkungan, menurut studi yang dikeluarkan periset dari Denmark.

Studi terbaru memperkirakan bahwa manusia secara mengejutkan menggunakan 129 miliar masker wajah di seluruh dunia setiap bulannya – yaitu 3 juta per menit. Kebanyakan dari mereka adalah masker wajah sekali pakai yang terbuat dari plastik mikrofiber.

“Dengan meningkatnya laporan tentang pembuangan masker yang tidak tepat, sangat mendesak untuk mengenali potensi ancaman lingkungan ini dan mencegahnya menjadi masalah plastik berikutnya,” ungkap para peneliti memperingatkan di jurnal ilmiah Frontiers of Environmental Science & Engineering.

Para peneliti tersebut adalah Ahli Toksikologi Lingkungan Elvis Genbo Xu dari Universitas Denmark Selatan dan Profesor Teknik Sipil dan Lingkungan Zhiyong Jason Ren dari Universitas Princeton, seperti dikutip dari University of Southern Denmark, Sabtu (13/3/2021).

Tidak Ada Pedoman Daur Ulang Masker

Masker sekali pakai adalah produk plastik yang tidak dapat langsung terurai secara alami tetapi dapat terfragmentasi menjadi partikel plastik yang lebih kecil, yaitu mikro- dan nanoplastik yang tersebar luas di ekosistem.

Produksi masker sekali pakai besar-besaran memiliki skala yang sama dengan botol plastik, yang diperkirakan mencapai 43 miliar per bulan.

“Namun, berbeda dari botol plastik, (yang aplikasinya 25 persen didaur ulang), tidak ada panduan resmi tentang daur ulang masker, sehingga lebih mungkin dibuang sebagai limbah padat,” tulis para peneliti.

Keprihatinan Lebih Besar daripada Kantong ‘Kresek’

Jika tidak dibuang untuk didaur ulang, seperti limbah plastik lainnya, masker sekali pakai dapat berakhir di lingkungan, sistem air tawar, dan lautan, di mana pelapukan dapat menghasilkan sejumlah besar partikel berukuran mikro (lebih kecil dari 5 mm) dalam waktu yang relatif singkat (minggu) dan fragmen selanjutnya menjadi nanoplastik (lebih kecil dari 1 mikrometer).

“Keprihatinan yang lebih baru dan lebih besar adalah bahwa masker dibuat langsung dari serat plastik berukuran mikro (ketebalan ~ 1 hingga 10 mikrometer). Saat luruh di lingkungan, masker tersebut dapat melepaskan plastik berukuran mikro lebih banyak, lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan plastik curah seperti kantong plastik,” lanjut para peneliti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *