Cegah Covid-19, Pergerakan Warga Harus Dibatasi

0
(0)

Cimahi: Seluruh RT dan RW di kota Cimahi harus turun tangan untuk membatasi pergerakan warga di lingkungannya dengan menerapkan pembatasan sosial berskala mikro atau PSBM dalam untuk mencegah Covid-19.

“Ini sangat penting dilakukan untuk menekan angka penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di Kota Cimahi, yang sempat kembali masuk ke zona merah. Kita tidak boleh abaikan,” ungkap Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna kepada RRI, usai mensosialisasikan program pembatasan sosial berskala mikro di Kelurahan Cimahi Jalan Babakan Terusan Kota Cimahi, Jum’at (25/9/2020).

Menurut Ajay, pemerintah dan masyarakat harus sama-sama melakukan upaya agar wabah Covid-19 tidak terus meluas, dengan munculnya kluster-kluster baru di lingkungan keluarga.

“Kita mau masuk ke wilayah-wilayah Alhamdulillah jumlah yang positif menurun, seperti di Kelurahan Cimahi ini dari 6 yang positif 5 orang sudah sembuh kembali dan 1 lagi tinggal menunggu hasil Swab test, kondisinya sudah cukup baik jadi kemungkinan negatiflah,” ujarnya.

Ajay berharap, kesadaran warga lebih meningkat secara pribadi sehingga tidak perlu lagi ada razia masker, karena protokol kesehatan itu utamanya untuk kepentingan sendiri dan untuk kepentingan semuanya.

Ajay mengakui, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di kota Cimahi masih terus bertambah dan kemarin ada penambahan 5 orang dimana salah seorang yang terkonfirmasi positif saat ini adalah ajudannya, yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Ajudannya itu kata Ajay, positif setelah kembali dari Cuti mengurus orang tuanya yang sakit dan meninggal dunia di Jakarta, tetapi kondisinya saat ini cukup baik.

“Memakai masker sekarang sudah menjadi kewajiban, karena itu merupakan salah cara yang ampuh mencegah penyebaran Covid-19. Pembatasan sosial berskala mikro juga merupakan salah satu cara, agar tidak sembarang orang bisa masuk bebas ke satu wilayah, agar tidak menjadi perantara masuknya virus dilingkungan keluarga dan tempat tinggal,” jelasnya.

Ajay menyebutkan, jika grafik warga yang positif Covid-19 mengalami peningkatan maka PSBM yang harusnya berakhir tanggal 28 September 2020 akan diperpanjang.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rekonstruksi Klinik Aborsi Ilegal, Ada 63 Adegan

Sat Sep 26 , 2020
Post Views: 0 0 (0) Jakarta: Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Meteo Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan dalam rekonstruksi tersebut ada 63 adegan yang digelar dengan menghadirkan 10 orang tersangka. “Kami laksanakan rekonstruksi kasus aborsi […]