by

Catur Putri Dipastikan Raih Emas SEA Games

Hanoi: Tim Putri Indonesia bermaterikan IM Medina Warda Aulia (2344) dan WIM Ummi Fisabilillah (2091) dipastikan sudah terkejar untuk tambahan medali emas catur SEA Games 31 Hanoi, Vietnam.

Kepastian itu diperoleh usai mereka memimpin puncak klasemen, kategori catur cepat (rapid chess) beregu hingga partai akhir babak 5 di Gedung Quang Ninh Exhibition Center, Halong City.

Perlu diketahui, pada babak 4, Kamis pagi (19/5/2022), duet Medina/Ummi mendapat bye. Bye adalah suatu kondisi sewaktu seorang pemain atau tim diizinkan melangkah ke babak selanjutnya dalam suatu turnamen tanpa harus bermain.

Kemudian, pada babak 5, tim putri Indonesia mampu menorehkan kemenangan 1.5-0.5 atas tim Thailand.

Satu angka direbut pecatur papan pertama Medina, usai menaklukkan WFM Chuemsakul Sarocha di langkah ke-39.

Namun di papan dua, Ummi harus puas bermain remis, saat melawan Buhagiar Melita Sunan, juga di langkah ke-39.

Dengan hasil tersebut, Tim Catur Putri Indonesia sudah memastikan meraih medali emas, setelah memimpin puncak klasemen dengan point 7.

Sedangkan, medali perak diambil oleh tuan rumah Vietnam, dan medali Perunggu diambil oleh Filipina.

Dipastikan memperoleh medali emas, Medina dan Ummi berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada mereka.

“Terima kasih PB Percasi telah memberikan kepercayaan kepada kami berdua untuk bisa tampil di arena SEA Games, bahkan mampu memberikan medali emas bagi Kontingen Indonesiia,” kata Medina.

Bagi Medina, medali ini menjadi kali kedua setelah sebelumnya mencapai prestasi sama di arena catur SEA Games edisi 2019 di Filipina. Sedangkan, untuk Ummi, prestasi ini merupakan medali emas perdananya.

“Syukur alhamdulilah Tim Catur Putri Indonesia bisa menambah raihan medali emas pada nomor rapid chess hari ini. Dari babak yang dimainkan sangat terlihat kualitas Medina dan Ummi mampu bermain stabilm mudah-mudahan bisa menular untuk nomor berikut,” ujar Manajer tim Catur Indonesia Hendry Hendratno.

Putra Bawa Pulang Perunggu

Sementara, untuk sektor putra, Tim Indonesia mengandalkan GM Novendra Priasmoro (2312) dan IM Yoseph T Taher (2295). Namun mereka harus puas finis di urutan tiga karena para 5 babak mengumpulkan 5.5 poin.

Pada babak 4 Indonesia jumpa Filipina. Papan 2 IM Yoseph Taher yang pegang hitam menyelesaikan pertandingannya terlebih dulu dengan menahan remis GM Laylo Darwin.

Papan 1 GM Novendra yang memegang putih bertugas mencari poin. Sesudah berkutat sekitar 45 menit, ternyata hasilnya juga remis ketika jumpa IM Bersamina Paulo. Indonesia vs Filipina imbang 1-1.

Babak 5, Indonesia melawan Myanmar. Papan 2 IM Yoseph Taher menyelesaikan pertandingannya dengan membekuk raja IM Nay Oo Kyaw Tun dan papan 1 GM Novendra yang merupakan game pamungkas. Ia akhirnya berhasil memaksa IM Wynn Zaw Htun remis di langkah ke-101, Indonesia unggul 1.5-0.5.

Dengan hasil tersebut, Tim Catur Putra Indonesia memperoleh medali perunggu. Medali emas disabet oleh tuan rumah Vietnam dengan 6.5 poin dan medali perak diambil Filipina usan mendapat 6 poin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.