Catherine Wilson Belum Tentu Direhabilitasi

5
(1)

Depok: Kasus narkoba yang menjerat artis seksi Catherine Wilson yang akrab disapa Keket sudah dilimpahkan oleh Penyidik Polda Metro Jaya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Selasa (17/11/2020).

Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menyebutkan, meskipun ada pasal 127 ayat (1) yang disangkakan terhadap Catherine Wilson, tidak serta merta membuat Catherine harus direhabilitasi. Ada faktor yang mempengaruhi untuk itu, yaitu fakta persidangan.

“Kita lihat dulu nanti fakta persidangannya seperti apa dari alat-alat bukti, saksi, ahli, alat bukti surat, petunjuk hingga keterangan tersangka sendiri nantinya,” kata Herlangga, Selasa (17/11/2020).

“Bukan berarti karena ada pasal 127 dengan serta merta di rehabilitasi. Ditentukan nanti oleh fakta persidangan,” tambahnya.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok telah menunjuk jaksa penuntut umum (JPU) antara lain, Arief Syafriyanto, Putri, Andi Andika dan Rozi Juliantono.

“JPU nya adalah saudara Arief Syafriyanto, itu Kasi Pidum, saudari Putri, kemudian saudari Andi Andhika dan saudara Rozi. Jadi ada empat JPU yang ditentukan oleh Kejaksaan Negeri Depok,” kata Herlangga Wisnu Murdianto.

Menurutnya, JPU telah memeriksa identitas tersangka dan modus operandi tindak pidana yang disangkakan oleh penyidik kepada tersangka.

JPU yang memeriksa pelimpahan kasus tersebut, kata Herlangga, berpendapat bahwa tersangka harus ditahan. Untuk selanjutnya, pihaknya melakukan penahanan terhadap Keket dan Jumadi selama 20 hari ke depan.

Baca Juga : Terkait Kasus Narkoba, Polisi Tangkap Selebgram

“Kita selaku JPU adalah setelah diserahkan tersangka dan barang bukti kepada kita, kita sesegera mungkin membuat surat dakwaan. Yang pasti sebelum 20 hari,” katanya.

Pasal yang disangkakan terhadap Catherine Wilson dan Jumadi adalah asal 114 ayat (1) juncto pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman maksimalnya 20 tahun, minimalnya 5 tahun. Pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 UU No 35 Tahun 2009, ancamannya masimal 12 tahun, minimal 4 tahun. Kemudian pasal 127 ayat (1) juncto pasal 132 UU No 35 Tahun 2009, ancamannya maksimal 4 tahun.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan rehabilitasi kepada Catherine Wilson dikabulkan mengacu pada hasil assessment BNN Provinsi Jakarta. Sekalipun direhab, dia memastikan proses hukum terkait kasus narkoba Keket akan tetap berjalan.

Apabila berkas perkaranya sudah rampung di tangan penyidik, akan dilimpahkan ke Kejaksaan supaya dapat disidangkan di pengadilan.

“Prosesnya hukumnya akan tetap berjalan. Mengenai berapa lama rehabnya, nanti keputusannya ada di pengadilan,” kata Yusri Yunus beberapa waktu lalu.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Anies Baswedan Diperiksa Pakai UU Karantina

Wed Nov 18 , 2020
5 (1) Jakarta: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015 Hamdan Zoelva mengkritik pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena dugaan melanggar Undang-Undang Karantina Kesehatan lantaran peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Front Pembela Islam (FPI). “Karantina itu berbeda dengan PSBB. Yang dapat dikenai pidana menurut […]