Tanggal 28 Februari, Program Relaksasi BPJS Ketenagakerjaan Berakhir 0 (0)

Jakarta: Program Relaksasi Iuran BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan yang bergulir sejak Agustus 2020 resmi berakhir pada Minggu (28/2/2021).

Hingga akhir masa relaksasi, BPJAMSOSTEK telah memberikan keringanan sebesar Rp 3,922 triliun dan program relaksasi iuran ini dinikmati 580.190 Pemberi Kerja atau Badan Usaha.

Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin mengatakan jika perusahaan telah melaksanakan amanah yang diberikan pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19.

“Program relaksasi ini sudah kita jalankan selama 6 bulan sesuai ketentuannya, untuk segmen pekerja informal dan jasa konstruksi sudah berakhir kemarin, yakni tanggal 31 Januari 2021, namun untuk segmen pekerja penerima upah, relaksasi batas akhir pembayaran iuran bulan januari akan berakhir pada tanggal 28 Februari 2021,” Zainudin dia, Jumat (26/2/2021) seperti dikutip dari Liputan6.com.

Diketahui, pandemi Covid-19 yang sudah ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional, telah menimbulkan implikasi pada aspek ekonomi dan sosial yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan berpotensi terhadap ketidakmampuan perusahaan memenuhi hak pekerja atau buruh termasuk membayar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan.

Legalisasi Usaha Miras, Buah Kehadiran Ciptaker 5 (1)

Jakarta: Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengaku sangat kecewa dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang bidang Usaha Penanaman Modal, yang ternyata ikut membuka pintu investasi industri minuman keras (Miras) sampai eceran.

“Jadi saya melihat inilah salah satu buah dari disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang nampak jelas lebih mengedepankan pertimbangan dan kepentingan pengusaha dari kepentingan rakyat,” ujar Anwar Abbas di Jakarta, seperti dilansir sindonews, Minggu (28/2/2021).

Abbas juga mengaku tidak mengerti dengan keputusan pemerintah yang sekarang menempatkan industri minuman keras ke dalam kategori usaha terbuka, padahal sebelumnya masuk dalam kategori bidang usaha tertutup.

Abbas menduga kuat, hal itu terjadi karena pemerintah melihat industri miras ini sebagai salah satu industri yang masuk ke dalam daftar positif investasi (DPI), terhitung sejak tahun ini (2021).

Menurut dia, pemerintah seharusnya sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai pelindung rakyat, tentu tidaklah akan memberi izin bagi usaha-usaha yang akan merugikan dan merusak serta berpotensi menimbulkan kemudharatan bagi rakyatnya.

“Tapi di situlah anehnya, dimana pemerintah malah membuat kebijakan yang menentang dan bertentangan dengan tugas dan fungsinya tersebut,” kata Anwar Abbas.

Wakil Ketua Umum MUI ini melihat, dengan adanya kebijakan itu, tampak sekali bahwa manusia dan bangsa ini telah dilihat dan diposisikan oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai objek yang bisa dieksploitasi bagi kepentingan mendapatkan keuntungan atau profit yang sebesar-besarnya bagi kepentingan pemerintah dan dunia usaha.

“Bukannya pembangunan dan dunia usaha itu yang harus dilihat sebagai medium untuk menciptakan sebesar-besar kebaikan dan kemashlahatan serta kesejahteraan bagi rakyat dan masyarakat luas,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dengan kehadiran kebijakan itu, dia melihat bangsa ini sekarang seperti bangsa yang telah kehilangan arah, karena tidak lagi jelas oleh kita apa yang menjadi pegangan bagi pemerintah dalam mengelola negara ini.

“Di mulutnya mereka masih bicara dan berteriak-teriak tentang Pancasila dan UUD 1945, tapi dalam praktiknya yang mereka terapkan adalah sistem ekonomi liberalisme kapitalisme yang bukan merupakan karakter dan jati diri kita sebagai bangsa,” tutup Anwar Abbas.

Luncurkan Aplikasi IniTukang, Guna Bantu Kinerja Tukang Surabaya 0 (0)

Surabaya – Guna menunjang kinerja para pekerja kontruksi ringan, Aplikasi IniTukang hadir memberikan terobosan dan inovasi baru bagi masyarakat.

Setelah resmi dilaunching di Hotel Ibis, Surabaya, Aplikasi ciptaan pemuda Surabaya dan Sidoarjo ini diharapkan mampu menunjang kinerja para pekerja didunia pertukangan.

Egha Rodhuansah selaku CEO IniTukang mengatakan, aplikasi ini diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan tukang dengan kualitas tinggi untuk kegiatan sehari-hari.

“Jadi masyarakat tidak perlu lagi bingung untuk mencari tenaga untuk membenahi pekerjaan rumah khususnya untuk renovasi. Cukup download aplikasi IniTukang, maka segala kegalauan untuk kegiatan renovasi rumah dapat ditangani,” ujar Egha, Rabu (1/7).

Egha menuturkan bahwa aplikasi IniTukang telah dibuat sekitar setahun yang lalu. Aplikasi IniTukang dibuat dengan dukungan bahwa di era digital seperti saat ini kemudahan dalam segala lini harus dijalankan.

Setiap tukang dari Aplikasi IniTukang telah dibekali oleh beberapa pelatihan seperti, penanganan K3 dibidang kesehatan, penanganan penanggulangan kebakaran, penanganan K3 konsstruksi bangunan dan listrik, dan penanganan K3 pada ketinggian.

Sudarmono, salah satu tukang dari IniTukang turut membagikan testimoni dan apresiasi terhadap aplikasi tersebut.

Menurut Sudarmono aplikasi ini merupakan sebuah semangat baru untuk kembali menggeliatkan perekonomian Jawa Timur khususnya di Surabaya dan Sidoarjo.

“Terobosan sangat bagus dan bermanfaat untuk tenaga kerja. Para tukang bisa memulai kembali pekerjaan di industri rumah tangga (RT) khususnya. Saya rasa akan sangat mempermudah permasalahan yang ada di rumah-rumah masyarakat,” ujar Sudarmono.

Kemudian, ia menambahkan bahwa dirinya begitu optimis bahwa aplikasi ini akan menjadi sebuah produk yang akan membantu masyarakat dan menjadi sangat dibutuhkan.

“Aplikasi ini sangat bagus untuk menggeliatkan kebutuhan kita di masa pandemi. Semoga aplikasi IniTukang bisa kita kawal. Untuk menjawab tantangan perekonomian saat ini,” pungkas Sudarmono. Byob
SurabayaPagi, Surabaya – Guna menunjang kinerja para pekerja kontruksi ringan, Aplikasi IniTukang hadir memberikan terobosan dan inovasi baru bagi masyarakat.

Setelah resmi dilaunching di Hotel Ibis, Surabaya, Aplikasi ciptaan pemuda Surabaya dan Sidoarjo ini diharapkan mampu menunjang kinerja para pekerja didunia pertukangan.

Egha Rodhuansah selaku CEO IniTukang mengatakan, aplikasi ini diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan tukang dengan kualitas tinggi untuk kegiatan sehari-hari.

“Jadi masyarakat tidak perlu lagi bingung untuk mencari tenaga untuk membenahi pekerjaan rumah khususnya untuk renovasi. Cukup download aplikasi IniTukang, maka segala kegalauan untuk kegiatan renovasi rumah dapat ditangani,” ujar Egha, Rabu (1/7).

Egha menuturkan bahwa aplikasi IniTukang telah dibuat sekitar setahun yang lalu. Aplikasi IniTukang dibuat dengan dukungan bahwa di era digital seperti saat ini kemudahan dalam segala lini harus dijalankan.

Setiap tukang dari Aplikasi IniTukang telah dibekali oleh beberapa pelatihan seperti, penanganan K3 dibidang kesehatan, penanganan penanggulangan kebakaran, penanganan K3 konsstruksi bangunan dan listrik, dan penanganan K3 pada ketinggian.

Sudarmono, salah satu tukang dari IniTukang turut membagikan testimoni dan apresiasi terhadap aplikasi tersebut.

Menurut Sudarmono aplikasi ini merupakan sebuah semangat baru untuk kembali menggeliatkan perekonomian Jawa Timur khususnya di Surabaya dan Sidoarjo.

“Terobosan sangat bagus dan bermanfaat untuk tenaga kerja. Para tukang bisa memulai kembali pekerjaan di industri rumah tangga (RT) khususnya. Saya rasa akan sangat mempermudah permasalahan yang ada di rumah-rumah masyarakat,” ujar Sudarmono.

Kemudian, ia menambahkan bahwa dirinya begitu optimis bahwa aplikasi ini akan menjadi sebuah produk yang akan membantu masyarakat dan menjadi sangat dibutuhkan.

“Aplikasi ini sangat bagus untuk menggeliatkan kebutuhan kita di masa pandemi. Semoga aplikasi IniTukang bisa kita kawal. Untuk menjawab tantangan perekonomian saat ini,” pungkas Sudarmono.

Menkes Bersyukur Indonesia Amankan Empat Vaksin 0 (0)

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersyukur pemerintah Indonesia bisa mendapatkan empat jenis vaksin COVID-19 dari negara produsennya sehingga bisa dipakai untuk imunisasi bagi masyarakat.

“Kita beruntung bisa dapat duluan,” kata Budi dalam jumpa pers daring yang dipantau dari Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan langkah Indonesia tergolong baik bisa mendapatkan empat vaksin yang tersedia, menilik banyak negara belum bisa memperoleh suplai antivirus COVID-19 tersebut.

“Vaksin pemerintah ada empat, yaitu Sinovac, AstraZeneca dari London Inggris, Pfizer Jerman-Amerika, Novavac Amerika. Empat vaksin ini masalah pada suplainya, seluruh dunia rebutan. ASEAN belum semua dapat, Australia baru dapat, Jepang baru mulai, tetangga kita belum mulai,” kata dia.

Sementara itu, Menkes Budi mengatakan untuk vaksinasi di luar pemerintah atau melalui swasta diperbolehkan selama mendapatkan legalitas keamanan dari otoritas terkait, seperti dari Badan Kesehatan Dunia WHO dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Menurut dia, selama lulus uji keamanan dari otoritas terkait, maka sebaiknya tidak ragu untuk menggunakan itu. “Pesan saya selama lulus WHO, BPOM, pakai saja. Semakin cepat semakin baik,” katanya.

Kecepatan masyarakat mendapat vaksin, kata dia, dapat menekan angka kesakitan dan meninggal akibat COVID-19. Semakin ditunda maka korban akan semakin banyak berjatuhan.

“Setiap hari wafat 300 orang, sebulan 9 ribu. Kalau kita tunda setahun maka bisa 108 ribu orang wafat. Bayangkan negara-negara tetangga terlambat vaksinasi berapa manusia yang tidak bisa kita lindungi,” katanya.
(EP/Ant)

Ramai-ramai Tolak Izin Miras, Warganet: Hukumnya Haram 0 (0)

Jakarta – Minuman keras (miras) masih menjadi trending topic di sosial media Twitter. Lebih dari 47 ribu cuitan #miras pada hari ini, Minggu (28/2).

Masih dengan alasan yang sama, warganet menyerukan ketidak setujuan terhadap izin investasi miras di Indonesia.

Miras didukung dengan alasan kearifan lokal. Giliran terpuruk dan kacau yang disalahin agama. Setan pensiun dini lihat kelakuan kalian,” tulis akun @Fierda.

Ketua MUI Dr Cholil Nafis: Tidak Ada Kearifan Lokal, Bukti Kriminal karena Miras Banyak, Untuk Apa Melegalkan Investasi?
Polisi Sita Ratusan Botol Miras di Solo

“Termasuk yang melegalkan investasi miras itu sama dg mendukung beredarnya miras maka hukumnya haram. Jika Negara ini harus melarang beredarnya miras maka apalagi investasinya juga harus dilarang. Tak ada alasan karena kearifan lokal kemudian Malah melegalkan dalam investasi miras,” tulis akun @cholilnafis.

“Selamat Pagi Pak Jokowi. Sebelum ttd pepres investasi miras di Papua, apakah tau disana bnyk yg tidur di pinggir jalan raya pagi-pagi ato liat suami istri tengah malam saling tabok gegara si suami mabok? Dan 2/3 gajinya tuk miras? Saya pernah liat dgn mata kepala sendiri Pak!,” tulis akun @Raj4purwa.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan pembukaan izin investasi minuman keras di Indonesia. Kebijakan tersebut tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Pemerintah mengatur ada empat klasifikasi miras yang masuk dalam daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu, yaitu industri minuman keras mengandung alkohol, minuman keras mengandung alkohol berbahan anggur, perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol, serta perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau beralkohol. (lia)

Menkes: Vaksin Gotong Royong Harus Gratis 0 (0)

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut, vaksin gotong royong yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan kepada karyawan dan keluarganya, harus diberikan secacara gratis dan menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.

“Yang penting, prinsipnya harus gratis diberikan. Yang namanya vaksin gotong royong sumbernya adalah perusahaan, mereka yang mencarikan vaksin, dan harus gratis untuk seluruh karyawan dan keluarganya,” kata Menkes Budi dalam jumpa pers secara daring, Minggu (28/2/2021) dilansir Antara.

Vaksin gotong royong sendiri, sudah diatur dalam Pasal 7 ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Jenis vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong, juga berbeda dengan jenis vaksin yang digunakan untuk program pemerintah. Hal itu bertujuan, tidak mengganggu jalur distribusi vaksin nasional.

Selain itu, jenis vaksin COVID-19 yang nantinya akan digunakan untuk vaksinasi juga harus telah mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization), atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari BPOM sesuai peraturan perundang-perundangan.

Sebelumnya, Menkes juga telah menetapkan jenis vaksin COVID-19 melalui Kepmenkes HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

Saat ini, terdapat empat jenis vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavac.

“Mereknya tidak boleh sama supaya tidak terjadi saingan rebutan suplai. Jadi dipastikan suplainya adalah tambahan dari sumber-sumber produsen vaksin di seluruh dunia di luar empat yang pemerintah sudah dapat,” kata Budi.

Ia berharap, vaksin gotong royong dapat mempercepat proses vaksinasi dan memperpendek target penyelesaian vaksinasi untuk lebih dari 181 juta penduduk Indonesia.

“Semakin banyak yang berpartisipasi, besar kemungkinannya untuk kita mencapai herd immunity. Modal sosial di Indonesia besar sekali. Kali ini, perang melawan pandemi, bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya.

Ada Foto Makam Bermasker, Warganet Banjir Air Mata 0 (0)

Jakarta: Masker merupakan benda yang paling ramai dibicarakan selama masa pandemi Covid-19. Baru-baru ini ada sesuatu misterius yang melibatkan aksesoris pelindung mulut, hidung, dan dagu tersebut.

Beberapa warganet di Twitter geger pada sebuah unggahan foto yang menampilkan sebuah nisan kayu bermasker. Di sebuah Tempat Pemakaman Umum yang belum diketahui pasti lokasinya, masker tersebut terlihat seperti bukan dibuang sembarangan atau pun ditaruh begitu saja, melainkan terpasang rapi di nisan kayu salah satu kuburan.

Diduga foto tersebut muncul perdana dari unggahan akun milik @corneliayurisa:

“Tadi pas ziarah ke makam saudara, tiba2 ngeliat makam yang ada maskernya gini. Ngeliatnya bikin sedih banget. Selalu jaga orang yang kita sayang dan sehat terus ya temen2!”

Belum ada yang tahu siapa yang memasangnya dan apa tujuannya. Yang pasti respon atas foto berkaitan turut membuat warganet dilanda oleh perasaan sedih, salah satunya diutarakan oleh akun @djateeey yang menuliskan:“Gue ga kebayang sih kalo ada di posisi orang yg ditinggalin ☹️.”

Lalu ada lagi kicauan dari warganet dari akun @gensvg1 “sedihnya ☹️ semoga dianya tenang di sana”, tulisnya.

Lebih lanjut @dittameliaa berkomentar “Kok sedih ya liatnya. takut banget kalau ini dialami keluarga aku atau org terdekat… Jaga kesehatan ya ges…”

“Dilihat dari tahun lahir ini sepertinya ibu ☹️ ga kebayang peraasan keluarganya, turut berduka” tulis akun @djadjasfar.

“Tolonglah keluarga dan temen kalo ngumpul jangan dulu deh asli.. Hindari…” ujar akun lainnya @cccc0123cccc.

Adapun akun @ratna_daa yang juga baru ditinggal orang tersayangnya, “Seusia bapakku jg baru meninggal ☹️ berat Ya Allaah” .

“Beberapa minggu ke belakang adeknya alm bpk meninggal alhamdulilahnya negatif covid tapi istrinya sodara juga dri pihak kel besar alm bpk meninggal karena covid (tahun kemarin) & temen SD gw dg ibunya juga sama covid” ungkap akun @BudianaPangestu.

Wagub Riza Patria Ingatkan Sanksi Jam Buka Kafe 0 (0)

Jakarta: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, restoran, kafe atau tempat usaha mencoba mengelabui aparat demi tetap buka, harus diberi sanksi lebih berat.

Peraturan PPKM Mikro atau PSBB masa pandemi Covid-19 masih berlaku di Jakarta saat ini.

“Kami dapat informasi ada tempat-tempat yang mencoba menyiasati PPKM mikro ini bagaimana caranya tutup jam 9, dia tutup dulu tuh, ketika razia nanti mulai buka lagi jam 12, jam 11 menyiasati aparat. Yang begini, nanti kita beri sanksi lebih berat lagi,” kata Riza di Balai Kota DKI, Jumat (27/2/2021).

Riza menyatakan, itu juga terkait kasus Kafe Raja Murah (RM) menjadi lokasi penembakan dilakukan Bripka Cornelius Siahaan terhadap personel Kostrad TNI AD, dan dua karyawan kafe hingga tewas, pada Kamis (25/2/2021) pukul 04.30 WIB. Kafe tersebut berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat.

Adapun satu karyawan kafe lainnya masih dirawat karena terluka.

Kafe itu akhirnya ditutup Satpol PP secara permanen karena buka hingga pagi atau melanggar aturan jam operasional selama PSBB.

Namun ternyata, kafe itu menjadi satu dari banyak kafe di Jakarta yang tetap buka hingga tengah malam dengan cara mengelabui aparat.

Menurut Riza, kafe seperti itu terselip niat buruk sejak awal.

“Berarti punya niat yang tidak baik. Kami sudah perintahkan jajaran untuk melakukan pengecekan. Tentu kami memiliki keterbatasan aparat, untuk itu kami mohon dukungan dari masyarakat siapa pun termasuk teman-teman media,” kata ketua DPD Partai Gerindra DKI ini.

Satpol PP Jakarta Barat (Jakbar) sudah menutup secara permanen Kafe RM atas dasar pelanggaran PSBB.

Tapi, pencabutan izin harus dilakukan pemerintah pusat.

“Kafe RM memiliki izin operasional (TDUP) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada 21 Mei 2019 dan saat ini sudah berlaku efektif,” kata Kabid Industri Pariwisata Disparekraf DKI Bambang Ismadi di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Mantan Menkes Terawan Kembangkan Vaksin Nusantara, Badan POM Diminta Dukung Penuh 0 (0)

jakarta, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta mendorong upaya pengembangan vaksin buatan dalam negeri salah satunya Vaksin Nusantara.

Lembaga pemerintah ini diharapkan memberikan ruang yang sama bagi Vaksin Nusantara seperti halnya vaksin produksi Sinovac yang telah digunakan masyarakat Indonesia.

“Mungkin sebaiknya BPOM didorong untuk adil dengan memberikan fasilitas yang sama seperti saat vaksin Sinovac akan digunakan,” kata Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam Beranda Ruang Diskusi yang diadakan secara virtual dengan tema “Setahun Pandemi, Apa Kabar Vaksin Anak Bangsa?” Jakarta, Jumat (26/02/2021) siang kemarin.

Fair, kata Dahlan ialah prosedur dan perlakuan BPOM terhadap Vaksin Sinovac juga harus diterapkan sama seperti kepada Vaksin Nusantara.

“Fair dalam artian kemudahan apa, fasilitas apa, yang pernah diberikan kepada Sinovac, itu juga harus diberikan kepada vaksin nusantara ini, minimal itu,” ujar Dahlan yang mengaku mendukung Vaksin Nusantara hingga bersedia menjadi relawan uji klinis tahap II.

Dahlan melanjutkan Vaksin Nusantara yang digagas Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto kini menunjukkan perkembangan menggembirakan setelah lulus uji klinis tahap pertama.

“Betul-betul diteliti 28 orang yang sudah menjalani itu, dalam waktu yang cukup, dalam penelitian yang cukup, tidak ada efek samping, kemudian memang timbul imunitas,” kata Dahlan.

Jika lulus uji klinis dan memperoleh ijin edar dan diproduksi kata Dahlan, maka Vaksin Nusantara akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di tengah perlombaan vaksin global.

“Terlalu banyak negara-negara besar dan negara miskin yang antre menunggu vaksin, kenapa tidak dari kita? ” ujar Dahlan Iskan.

Pembicara lain Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan, telah menerima laporan mengenai hasil uji klinis seemntara yang menyimpulkan kekebalan tubuh dari Vaksin Nusantara berjalan baik.

“Uji klinis tahap satu bagus, tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Antibodi yang dihasilkan tinggi sekali,” jelasnya.

Menurutnya BPOM pun perlu mendorong atau jika perlu ikut terlibat untuk meneliti lebih jauh keunggulan Vaksin Nusantara. Adapun parlemen di Senayan menurutnya akan memberi dukungan penuh terhadap semua pengembangan vaksin dalam negeri.

“Bukan cuma menunggu laporan dari tim, jadi BPOM menjadi tim yang terlibat. Misalnya kurang prosedur, untuk itu kami terus mendorong sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur politisi Golkar yang akrab dipanggil Melki ini.

Ia pun mengharapkan agar Vaksin Nusantara terus dikembangkan hingga lulus uji klinis dan diproduksi secara massal. Apalagi Vaksin Nusantara akan memiliki keunggulan dibanding vaksin lain yakni cocok diberikan pada individu dengan komorbid. Sehingga menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan vaksin biasa.

“Jika benar dapat diberikan pada individu komorbid maka penemuan ini tentu akan mengubah metode vaksin dunia. Kita akan menjadi negara yang disegani dan akan membuat jasa besar,” ujar Melki.

Sementara itu Deputi 7 Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menyambut baik hadirnya pengembangan Vaksin Nusantara ia menjelaskan, jika Vaksin Nusantara dapat diberikan pada pasien komorbid maka ini akan memecahkan satu masalah penting penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Untuk vaksin nusantara merupakan solusi yang ditawarkan bagi pasien komorbid, untuk penyakit penyerta ini, jadi pak Terawan dengan Undip diharapkan bersama kita semua dapat bersinergi,” ujarnya.

BIN sendiri lanjut Wawan terlibat sejak awal untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 termasuk dengan mendukung pengembangna vaksin karya anak bangsa.

`BIN berperan menghadapi COvid bekerjasama dengan UGM untuk pengembangan testing Genose dan research virus Indonesia, serta dengan TNI Ad dan Unair untuk pengembangan obat Covid-19, Eijkman untuk perbesar testing covid-19 dan pengembangan vaksin merah putih,” ujarnya

Pengembangan Vaksin Nusantara dilakukan Mantan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto bersama tim peneliti di laboratorium RSUP dr. Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro.

Hasil uji klinis tahap awal Vaksin Nusantara telah memenuhi aspek keamanan karena tidak menimbulkan efek samping yang berarti, juga dianggap menghasilkan peningkatan antibodi pada tubuh.

Korsel Targetkan 55 Ribu Nakes di Vaksinasi 0 (0)

Jakarta: Vaksinisasi Covid-19 ternyata tidak haya berlangsung di Indonesia. Korea Selatan bahkan telah memulai program vaksinisasi tersebut pada Jumat (26/2/2021) kemarin.

Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (27/2/2021) Otoritas Kesehatan Korsel menargetkan vaksin buatan Oxford-AstraZeneca tersebut diberikan kepada 344 ribu penghuni dan perawat panti jompo.

Sementara, vaksin buatan Pfizer-BioNTchakan diberikan kepada 55 ribu Nakes yang akan berlangsung pada hari ini Sabtu (27/2/2021).

Selain itu, Pemerintah Korsel sebelumnya telah mengumumkan, target 70 persen populasi dapat sepenuhnya divaksin pada bulan September.

Herd immunity atau kekebalan kelompok diperkirakan dapat dicapai pada bulan November. Korsel telah mendapatkan cukup stok vaksin Covid-19 untuk mengimuniasasi 79 juta orang, berkat skema pengadaan vaksin COVAX dan kontrak terpisah dengan perusahaan obat asing.

Meski demikian, target tersebut kemungkinan akan menemui hambatan, karena tidak semua warga Korsel bersedia menerima vaksin, tanpa laporan lebih lanjut tentang efek vaksin, yang saat ini masih dalam tahap izin penggunaan darurat. (MDS)