Buruh Tolak Ciptaker Hingga Pekan Depan

0
(0)

Jakarta: Federasi Serikat Buruh Mandiri atau Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) hingga pekan depan.

Presidium GBJ, sekaligus Perwakilan Federasi Gabungan Serikat Buruh Mandiri, Natalia menegaskan, unjuk rasa dilakukan selama itu karena mereka menolak Omnibus Law Ciptaker secara keseluruhan, bukan hanya klaster ketenagakerjaan.

“Karena menurut kita tidak hanya buruh yang di rugikan, tapi masyarakat sipil pun akan dirugikan dengan UU Ciptakerja ini,” ujar Natalia saat ditemui, di KBN Marunda, Jakarta Utara, Kamis (15/10/2020).

Hari ini buruh di KBN Marunda akan melakukan keliling bertemu dengan elemen masyarakat. Dan tidak melakukan perjalanan atau aksi ke Istana Negara RI.

“Dari kawasan KBN ini kita akan keliling. Setalah itu kita akan keluar bertemu dengan kawan-kawan lain di Pluit dan Cempaka Putih. Lalu bersama kita akan bergerak ke kawasan Pulogadung,” tegasnya.

Baca juga: Buruh Pastikan Gelar Aksi Tidak Anarkis

Aksi hari ini juga Natalia menyebut, merupakan pemanasan kedua untuk menyambut aksi besar-besaran di tanggal 20 Oktober mendatang. Di mana pada tanggal itu merupakan peringatan satu tahun Omnibus Law dibicarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tentunya kita akan lakukan rutin. Menyuarakan pada masyarakat luas. Khususnya pada buruh-buruh bahwa dampak dari undang-undang omnibuslaw ini. Dampak bagi mereka secara luas. Kita terus sosialisasi secara luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Perlu diketahui, sebagaimana surat pemberitahuan GBJ yang beredar luas, aksi unjuk rasa ini akan digelar secara maraton. Yakni dari hari ini, hingga Kamis 22 Oktober pekan depan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, permintaan dan tuntunan kelompok buruh terkait Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) sebenarnya sudah terakomodasi sebanyak 80 persen.

Namun diakuinya bahwa tidak semua aspirasi buruh diakomodir dalam undang-undang yang dibahas pemerintah bersama DPR RI itu. Hal itu karena berhubungan dengan politik negara dan hal lainnya yang semuanya saling berkaitan satu sama lain.

“Kita tidak bisa 100 persen (mendapatkan apa yang diinginkan). Namanya politik negara, ita harus mengerti. Kita harus mengerti kadang-kadang ada kebutuhan ini dan itu. Ada keperluan, dan kita (Indonesia) butuh investasi dari mana-mana,” ucap Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut melalui wawancara yang dirilis DPP Partai Gerindra di Jakarta, Senin (12/10/2020).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Terpapar Virus Corona, Lebih 40.000 Tenaga Medis di Turki

Fri Oct 16 , 2020
0 (0) Ankara – Lebih dari 40.000 tenaga medis di Turki terpapar virus corona sejak awal pandemi. Sementara jumlah staf medis yang meninggal akibat penyakit tersebut mencapai 107. Demikian menurut Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca, Rabu. “Jumlah korban meninggal (di kalangan tenaga kesehatan) baru-baru ini juga meningkat,” kata Koca saat […]