Bulan Mei, BPPT Rampungkan Alat Deteksi Corona Bergerak

0
(0)

Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera menyelelsaikan pengembangan dan pembangunan mobile laboratorium biosafety level 2 (BSL 2) untuk deteksi Covid-19. Alat ini diperkirakan akan selesai dikerjakan pada Mei 2020.

“Target pertengahan Mei 2020 dapat selesai mobile lab. Pertama dipakai di Rumah Sakit Tangerang Selatan,” kata Kepala BPPT, Hammam Riza, kepada Antara di Jakarta, Jumat (24/4).

Laboratorium BSL 2 tersebut bersifat mobile atau mudah dipindah-pindah sehingga dapat ditempatkan ke daerah-daerah yang belum memiliki laboratorium. Adanya BSL 2 ini untuk memudahkan pelaksanaan uji PCR (polymerase chain reaction) dalam rangka mendeteksi virus corona atau Covid-19.

Mobile lab BSL 2 itu telah mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Laboratorium itu dilengkapi sejumlah peralatan yang mendukung pemeriksaan swab Covid-19, antara lain peralatan PCR untuk tes swab Covid-19, biosafety cabinet, dan sistem pemprosesan limbah medis.

“Mobile lab ini dibuat dalam kontainer sehingga bisa dipindah ke daerah-daerah dalam epicenter Covid-19,” ujar Hammam. Dia menuturkan, saat ini sedang dibuat rancang bangun atau detail engineering design (DED) untuk prototipe mobile lab BSL-2 yang pertama di Indonesia itu. DED untuk prototipe ini sudah hampir selesai.

Hammam menargetkan pertengahan Mei, yakni sekitar tanggal 15 Mei sampai 22 Mei 2020, pembangunan mobile lab BSL 2 akan selesai. Jika prototipe mobile lab BSL 2 telah beroperasi di rumah sakit, maka selanjutnya dapat diproduksi massal oleh industri manufaktur sesuai dengan desain BPPT.

Selain BPPT, anggota tim pengembangan dan pembangunan mobile lab BSL-2 juga melibatkan pihak lain. Di antaranya adalah Asosiasi Biosafety Indonesia, Biofarma, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjajaran. (Ant/AS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Benarkah Polusi Udara Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Covid-19?

Fri Apr 24 , 2020
0 (0) Jakarta—Sejumlah peneliti di Universitas Aarhus, Denmark dan Universitas Siena Italia melakuan studi tentang hubungan polusi udara dengan Covid-19 yang menyebabkan gangguan pernafasan dan yang lebih buruk dapat menyebabkan kematian. Studi yang telah diterbitkan dalam Environmental Pollution menemukan korelasi yang jelas antara polusi udara dan tingkat kematian dari Covid-19 […]