by

Bukan Karena Penyebaran Lokal, Omicron DKI Terbanyak

Jakarta: Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan, hingga kini pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah Jakarta dengan kapasitas 100 persen, tetap berlangsung.

Mengingat, prosesnya masih berjalan lancar atau tidak ditemukan adanya kasus penularan Covid-19.

“Pelaksanaan PTM sesuai yang diawal sampai sekarang ini Alhamdulilah belum ada aduan terkait penyebaran Covid. Artinya tidak ada laporan yang anaknya kena Covid, kedua, kita tetap melakukan 100 persen PTM,” tutur Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja Gah kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Taga menjelaskan, pihaknya rutin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ptm di sekolah-sekolah. Hasilnya perlu adanya sejumlah peningkatan pada optimalisasi pengawasan protokol kesehatan di kelas dan sekolah, hingga koordinasi intensif dengan Camat dan Satpol PP setempat.

Hal itu, kata dia, menjadi penting guna mengantisipasi penularan diluar jam pelajaran yang hanya 6 jam saja.

“Untuk mengantisipasi setelah anak pulang sekolah, kan ini hanya enam jam pelajaran palingan sampai jam 11.30 WIB paling lama. Masih ada senggang anak setengah hari lainnya di luar, dan perlu pengawasan juga,” jelasnya.

“Kalau dari pihak sekolah sampai pintu gerbang sudah bagus, dari masuk, belajar, pulang prokes semua. tapi pihak sekolah kami juga kan perlu bantuan, dari Satpol PP dll,” paparnya.

Di sisi lain, Taga memastikan pihaknya telah memiliki mekanisme penanganan bila ditemukan adanya penularan. Misalnya saja, menutup 1 kelas untuk temuan kasus skala kecil hingga menutup 1 sekolah jika kasusnya berkembang menjadi klaster penularan antara guru dan siswa.

“Ini beda, kalau yang kasus, itu kan lima hari tutupnya, klas itu ditutup lima hari kalau kasus. tapi kalau ada klaster dan penyebaran, maka ditutup 14 hari,” tandasnya.

Diketahui, Jakarta kini tengah berada pada PPKM level 2 hingga 17 Januari 2022 mendatang. Di sisi lain, kasus Covid-19 varian Omicron terus berkembang di Indonesia.

Adapun untuk Jakarta sendiri per 9 Januari 2022 adalah terdapat total 407 kasus, terdiri dari 350 kasus impor dan 57 kasus transmisi lokal.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *