by

BPN akan Perketat Pengawasan Terhadap PPAT

Jakarta: Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil ikut mengomentari kasus Nirina Zubir yang menjadi korban mafia tanah.

Dalam kasus mafia tanah tersebut, seorang ART dan suaminya diduga sebagai pelaku, dibantu oleh oknum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Oleh polisi para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mafia tanah hingga kini masih merajalela. Hal tersebut terjadi salah satunya karena jaringan mereka yang luas, mulai dari oknum PPAT, penegak hukum, pengadilan hingga Kementerian ATR/BPN,” kata Softan Djalil dalam keterangan, Sabtu (20/11/2021).

Ke depan Kementerian ATR/BPN akan lebih memperketat pengawasan terhadap PPAT. Bagi PPAT yang terbukti terlibat mafia tanah, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan dan bahkan mencabut izin praktiknya.

“Jika PPAT terlibat dan terbukti maka akan langsung dipecat dan dicopot izinnya, begitupun dengan pegawai Kementerian ATR/BPN karena sebenarnya tugas mereka ialah diperintahkan oleh negara untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.

Belajar dari kasus Nirina Zubir, Sofyan Djalil mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati mempercayakan sertifikar tanah atau dokumen penting lainnya, serta diharapkan dapat menggunakan lembaga yang sudah kredibel.

Ia juga menambahkan, jika ada masyarakat yang ingin membeli tanah harus berhati-hati juga. Jangan sembarangan membeli tanah karena jika memang tanah bermasalah maka kepemilikannya bisa dibatalkan dan diproses secara hukum.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *