by

BMKG Ungkap Pemicu Hujan Ekstrem di Jabodetabek

Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, fenomena La Nina yang masih aktif merupakan pemicu hujan terjadi di Jabodetabek.

“Ini berkontribusi untuk penyediaan uap air, berdampak pada peningkatan curah hujan,” ucap Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, saat berbincang dengan Pro 3 RRI, Minggu (17/7/2022).

Menurutnya, Jabodetabek seharusnya sudah mulai memasuki kemarau di periode Juli dan puncak kemarau ada di Agustus.

“Kemarin curah hujan hingga mencapai 155 milimeter dalam 24 jam, itu masuk kategori cuaca ekstrem,” imbuhnya.

Ia menyebut, dalam beberapa hari terakhir gelombang atmosfer cukup signifikan.

“Ini cukup merata nggak hanya Jabodetabek, dari Sumatera yang signifikan ada Lampung dan sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur,” katanya.