by

Bidik Pasal TPPU untuk Koruptor

Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, pentingnya penerapan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) kepada para koruptor.

Sebab, kata dia, hal itu diperlukan guna memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan korupsi.

“Orang baru akan kapok kalau dikenakan TPPU, makanya kami ajak semua APH agar setiap tindak pidana korupsi dilekatkan dengan TPPU. Orang tidak takut hukuman badan, tapi takut dimiskinkan,” kata Firli Bahuri dalam keterangan, Kamis (7/7/2022).

Hal tersebut disampaikan Firli dalam forum Anti Corruption Working Group (ACWG) G20 di Bali.

“Pemberian hukuman badan seringkali tidak membuat jera para pelaku korupsi, dan justru mereka kerap mengulangi perbuatannya itu,” kata Firli.

Mantan Deputi Penindakan KPK ini mengatakan, penerapan pasal pencucian uang supaya para koruptor kapok dan tidak mengulangi lagi tindak kejahatan mereka.

“Setiap pihak harus berperan dalam pemberantasan korupsi,” kata Firli.

Dia mengatakan, peperangan melawan korupsi harus dilakukan dengan kerjasama dan kolaborasi semua stakeholder.

“Tidak ada badan yang bisa mengatasi korupsi sendiri. Kunci sukses adalah keterlibatan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri juga menekankan pentingnya TPPU kepada para koruptor.

“TPPU juga diperlukan guna mengejar memaksimalkan upaya perampasan aset hasil korupsi (asset recovery) dari para koruptor. Koruptor kerap menempatkan uang atau aset di sistem keuangan, menyamarkan atau menghilangkan jejak sumber uang dengan melakukan transaksi atau transfer yang kompleks. Ataupun menggunakan uangnya untuk investasi pada kegiatan usaha atau bentuk kekayaan lainnya,” kata Ali.