Bicara Soal Demokrasi, ini Tanggapan Muhadjir Ramainya Sivitas Akdemik

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menanggapi sejumlah sivitas akademik yang menyuarakan kebebasan demokrasi.

Menurut Muhadjir hal itu merupakan hal biasa yang dilakukan oleh sivitas akademik untuk menyuarakan maupun mengekspresikan pendangan mereka.

“Saya melihat pernyataan-pernyataan, kolega-kolega saya dari kampus itu bagian dari bentuk kebebasan mimbar akademik. Dan itu hal yang biasa bukan hal yang luar biasa,” kata Muhadjir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Muhadjir menjelaskan dalam dunia perkuliahan, kampus memiliki jaminan kebebasan. Ada dua, pertama kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik.

“Kebebasan akademik hak yang diberikan kepada sivitas akademik untuk mengekspresikan, menyampaikan gagasan secara terbuka kepada sesama sivitas akademik. Misalnya, dosen sesama dosen, dosen kepada mahasiswa, mahasiswa ke dosen,” ujarnya.

Lebih jauh, Muhadjir mengatakan yang dimaksud kebebasan mimbar akademik jika kampus tersebut keluar menyampaikan kritik dan saran. Atau mengumumkan hasil-hasil temuan termasuk apresiasi terhadap institusi atau pihak tertentu.

“Itu namanya kebebasan mimbar akademik. Kebebasan mimbar akademik utama diperuntukkan kepada guru besar sesuai dengan bidang keilmuannya keahliannya,” ucap Muhadjir.

Diketahui, sejumlah perwakilan sivitas akademik dari berbagai kampus di Indonesia ramai-ramai mengkritisi demokrasi era Presiden Jokowi. Teranyar, perwakilan sivitas dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyuarakan kritik mereka.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *