Saturday, June 19

Bertambah 12, Ada 153 Perusahaan di Jakarta yang Ditutup Sementara

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui dinas tenaga kerja, transmigrasi, dan energi (TKTE) kembali menutup sementara sejumlah perusahaan yang masih beroperasi saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan. Ini dilakukan karena mereka tidak mematuhi aturan selama masa PSBB untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang diperoleh Indonesiainside.id, Selasa (5/5), ada 12 perusahaan lagi yang ditutup oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (TKTE) DKI Jakarta. Sebelumnya, Senin (4/5), tercatat 141 perusahaan yang telah ditutup, jika diakumulasikan ada 153 perusahaan yang ditutup selama penerapan PSBB di ibu kota.

Ratusan perusahaan yang ditutup itu tak termasuk dalam sektor yang diperbolehkan beroperasi selama masa penerapan PSBB di Jakarta. Sektor yang diizinkan sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 33 tentang pelaksanaan PSBB di antaranya adalah komunikasi, energi, pangan, keuangan, kesehatan, ritel, jasa pengantaran barang, pelayanan publik, dan yang lainnya.

Selain perusahaan yang ditutup, ada ratusan perusahaan lain yang diberi peringatan oleh Dinas TKTE DKI dari inspeksi mendadak yang dilakukan pada 899 perusahaan di seluruh wilayah ibu kota (termasuk Kepulauan Seribu). Berikut rincian perusahaan yang ditutup sementara waktu oleh Dinas TKTE DKI:

Jakarta Utara: 27 perusahaan.
Jakarta Pusat: 31 perusahaan.
Jakarta Timur: 17 perusahaan.
Jakarta Selatan: 40 perusahaan.
Jakarta Barat: 38 perusahaan.

Sementara itu, untuk perusahaan yang diberi peringatan yakni berjumlah 746 perusahaan dari seluruh wilayah ibu kota. Berikut rinciannya:

Jakarta Utara: 175 perusahaan.
Jakarta Timur: 184 perusahaan.
Jakarta Pusat: 142 perusahaan.
Jakarta Selatan: 132 perusahaan.
Jakarta Barat: 109 perusahaan.
Kepulauan Seribu: 4 perusahaan.

(PS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *