by

Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi, Perairan Sulawesi Tenggara

Baubau: Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 1.25 hingga 2.5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra), 18 hingga 21 Juni 2022.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie mengatakan, hal ini diakibatkan adanya pola angin umumnya dari timur laut – tenggara dengan kecepatan 2 hingga 25 Knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda timur Sulawesi Tenggara bagian timur dan selatan,” kata Faizal dalam keterangan tertulisnya diterima rri.co.id, Sabtu (18/6/2022).

Faizal mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan peluang terjadinya gelombang tinggi 1.25 hingga 2.5 meter di perairan Banggai bagian selatan, Teluk Tolo, perairan Manui Kendari, perairan Baubau, perairan utara dan selatan Wakatobi serta laut Banda timur Sulawesi Tenggara.

Untuk itu BMKG menyarankan agar diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter).

Kemudian, Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter). Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter).

Selanjutnya, Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

Selain itu BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.