Berpotensi Masuk Kategori Limbah B3, Ini Cara Membuang Masker Bekas

0
(0)

Jakarta – Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menerapkan protokol pengelolaan masker bekas dari rumah tangga atau cara membuang masker bekas yang tepat. Hal tersebut juga dilakukan untuk melindungi petugas kebersihan yang ada di garda terdepan dalam penanganan sampah selama masa pandemi Covid-19.

Kepala DLH DKI, Andono Warih, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat yang meningkat untuk memakai alat pelindung diri (masker dan sarung tangan sekali pakai) menyebabkan sampah itu berpotensi masuk dalam kategori limbah bahan beracun berbahaya (limbah B3). Sampah jenis tersebut, lanjut Andono, berpotensi masuk dalam kategori infeksius atau berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit, sehingga dibutuhkan penanganan khusus.

“Sebelumnya, limbah jenis ini terkonsentrasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, sekarang sampah jenis ini juga banyak timbul dari rumah tangga,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Jumat (3/4).

Ia menuturkan, pengelolaan limbah infeksius dari fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai dasar yang kuat. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

“Tata kelola ini sudah berjalan. Rumah sakit dan klinik kesehatan telah bekerjasama dengan jasa pengolahan limbah medis yang berizin dari Kemenlhk,” tuturnya.

Sedangkan, untuk pengelolaan limbah infeksius (limbah B3) yang bersumber dari rumah tangga berpedoman pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Ia khawatir, masker bekas sekali pakai yang mempunyai potensi berstatus limbah B3 tersebut dimanfaatkan orang untuk dipakai ulang atau dijual kembali kepada masyarakat sehingga membahayakan kesehatan pemakainya.

Andono berpesan agar masyarakat dapat memilah dan melakukan proses disinfeksi sederhana terhadap bekas maskernya dengan merendam atau melakukan penyemprotan disinfektan yang mudah ditemui di rumah, misalnya dengan cairan pemutih pakaian. Lalu, masker sekali pakai yang telah selesai digunakan agar digunting untuk menghindari penyalahgunaan dan dikemas khusus oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Sementara itu, Wakil Kepala DLH DKI, Syaripudin, mengatakan bahwa DLH DKI telah memiliki prosedur keselamatan diri bagi petugas. Protokol tersebut tertuang dalam Instruksi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 30 Tahun 2020 Tentang Antisipasi Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 Terhadap Pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

“Prosedur keselamatan diri yang diatur, di antaranya kewajiban seluruh pegawai yang bekerja di lapangan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap yang sesuai dengan risiko kerjanya. Agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin diri untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak (physical distancing) antarpegawai minimal satu meter saat bertugas, selalu berupaya menjaga kebersihan area tempat bekerja dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan tugas,” ujar Syaripudin. (rek/ii/PS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mendagri Ingatkan Daerah Larang Ada Pemblokiran Jalan Terkait Covid-19

Sat Apr 4 , 2020
0 (0) Denpasar – Sejumlah daerah di tingkat kabupaten kota bahkan di pedesaan melakukan pembatasan wilayah dengan cara memblokir jalan. Terkait dengan hal ini, Mendagri mengingatkan agar daerah tidak memblokir jalan. Kemarin Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti rapat penyampaian arahan Mendagri kepada Pemprov Pemkab dan Pemkot […]