Thursday, June 24

Berita Hoaks Vaksin Covid-19 Cenderung Meningkat, Facebook Terbesar

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 111 isu hoaks terkait Vaksin Covid-19 yang tersebar di 578 platform digital.

“Dari 111 hoaks itu, disebarkan melalui Facebook sebanyak 471, Instagram 9, Twitter 45, YouTube 38 dan TikTok 15 sebaran. Semuanya sudah di-takedown oleh Tim AIS Kominfo,” jelas Koordinator Pengendalian Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Anthonius Malau, dalam diskusi virtual, seperti dikutip RRI.co.id di Jakarta, Selasa (23/02/2021).

Anthonius mengatakan, ada kecenderungan hoaks terutama mengenai vaksin Covid-19 terus meningkat.

BACA JUGA: Benahi Tata Kelola Vaksin Covid-19

Menurutnya, jika hal itu dibiarkan akan berdampak pada capaian kesuksesan vaksinasi oleh pemerintah.

Penanganan persebaran konten hoaks vaksin Covid-19 (Dok. Istimewa/Kominfo RI)
“Karena vaksin ini menjadi program pemerintah yang tidak boleh gagal, program ini harus berhasil seperti yang dikatakan para ahli untuk mencapai target herd immunity masyarakat supaya bisa dikendalikan Covid-19,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Anthonius, pihaknya menggandeng kementerian, lembaga dan pemerintah daerah membahas strategis menangkal hoaks mengenai Vaksin Covid-19.

“Kami mengajak multistakeholder yang terlibat untuk menanggulangi hoaks,” ujarnya.

Kementerian Kominfo, menurut Anthonius Malau, meminta pandangan dari berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan agar secara bersama-sama mengatasi persoalan hoaks vaksin yang sampai saat ini masih menimbulkan rasa ketakutan pada masyarakat.

“Dari Polri tadi jelas mengatakan bahwa mereka akan menangani kasus ini sesegera dan secepat mungkin, tapi syaratnya adalah kalau laporan masyarakat harus lengkap supaya cepat dapat ditindaklanjuti,” tuturnya.

Sedangkan dari kementerian terkait seperti Kementerian Kesehatan memiliki kewenangan untuk memberikan klarifikasi hoaks yang berkaitan dengan vaksin.

“Kementerian Kesehatan tentunya yang memahami secara teknis tentang vaksin ini, kalau kita dari Kominfo kan membuat stempel suatu informasi terkait dengan vaksin itu hoaks atau tidak,” tandasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *