Bendera Parpol Kembali Penuhi Jembatan KH Abdullah bin Nuh Bogor

Jakarta – Larangan Bedera partai politik (parpol) Di Jembatan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Namun, Bendera parpol kembali terpasang di atas besi jembatan di kedua arah. Bendera dari berbagai parpol dipasang menggunakan galah berukuran panjang.

Ada bendera Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ada pula poster calon anggota legislatif (caleg) yang diikat bersama bendera parpol dalam satu tiang bambu.
Padahal, sebelumnya jembatan tersebut sudah bersih dari alat peraga kampanye (APK).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor telah mencopot berbagai APK di jembatan tersebut, Rabu (24/1/2024) lalu.

Seorang warga bernama Adang (56) menuturkan, APK kerap dipasang pada malam hari.

“Biasanya yang masang bendera kayak gitu malam,” tutur Adang saat diwawancarai Kompas.com, Minggu.

Baca juga: Saat Warga Heran Bendera Parpol Kembali Terpasang di Jalan Sholeh Iskandar Bogor padahal Sudah Ditertibkan…

Sementara itu, pengendara sepeda motor bernama Musdalip (45) mengaku sempat merasa tenang saat melihat petugas menindak APK semrawut di sana.

Namun, ia kecewa karena kini jalanan kembali kumuh.

“Baru kemarin ya lewat jalanan masih lengang, enggak ada bendera, sekarang kami harus lihat lagi pemandangan yang kumuh,” ucap Musdalip.

Pengendara lainnya, Isti (35), menyayangkan perilaku para caleg dan parpol yang bersaing pada Pemilu 2024 tidak menaati aturan pemasangan APK yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Padahal di peraturannya udah ada ya, enggak boleh dipasang di jalan umum kayak gini, sayang aja enggak pada nurut sama peraturannya,” ujar Isti.

Isti menilai, para peserta pemilu tidak menghormati para petugas yang sudah menertibkan APK, serta tidak memikirkan para pengguna jalan yang merasa terganggu.

“Kasian ya, enggak dihormati petugas yang udah ngebersihin. Kayak gini kan jadi kami yang lewat terganggu juga, apalagi saya ini yang bawa motor,” tutur Isti.

Bendera parpol terpasang di atas besi jembatan di kedua arah. Bendera dari berbagai parpol dipasang menggunakan galah berukuran panjang.

Ada bendera Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ada pula poster calon anggota legislatif (caleg) yang diikat bersama bendera parpol dalam satu tiang bambu.
Padahal, sebelumnya jembatan tersebut sudah bersih dari alat peraga kampanye (APK).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor telah mencopot berbagai APK di jembatan tersebut, Rabu (24/1/2024) lalu.

Seorang warga bernama Adang (56) menuturkan, APK kerap dipasang pada malam hari.

“Biasanya yang masang bendera kayak gitu malam,” tutur Adang saat diwawancarai Kompas.com, Minggu.

Baca juga: Saat Warga Heran Bendera Parpol Kembali Terpasang di Jalan Sholeh Iskandar Bogor padahal Sudah Ditertibkan…

Sementara itu, pengendara sepeda motor bernama Musdalip (45) mengaku sempat merasa tenang saat melihat petugas menindak APK semrawut di sana.

Namun, ia kecewa karena kini jalanan kembali kumuh.

“Baru kemarin ya lewat jalanan masih lengang, enggak ada bendera, sekarang kami harus lihat lagi pemandangan yang kumuh,” ucap Musdalip.

Pengendara lainnya, Isti (35), menyayangkan perilaku para caleg dan parpol yang bersaing pada Pemilu 2024 tidak menaati aturan pemasangan APK yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Padahal di peraturannya udah ada ya, enggak boleh dipasang di jalan umum kayak gini, sayang aja enggak pada nurut sama peraturannya,” ujar Isti.

Isti menilai, para peserta pemilu tidak menghormati para petugas yang sudah menertibkan APK, serta tidak memikirkan para pengguna jalan yang merasa terganggu.

“Kasian ya, enggak dihormati petugas yang udah ngebersihin. Kayak gini kan jadi kami yang lewat terganggu juga, apalagi saya ini yang bawa motor,” tutur Isti.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *