Benarkah Polusi Udara Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Covid-19?

0
(0)

Jakarta—Sejumlah peneliti di Universitas Aarhus, Denmark dan Universitas Siena Italia melakuan studi tentang hubungan polusi udara dengan Covid-19 yang menyebabkan gangguan pernafasan dan yang lebih buruk dapat menyebabkan kematian.

Studi yang telah diterbitkan dalam Environmental Pollution menemukan korelasi yang jelas antara polusi udara dan tingkat kematian dari Covid-19 di Italia. Seperti dilansir Boldsky, faktor-faktor yang menyebabkan kematian ini termasuk masalah kesehatan, usia seseorang dan jenis kelamin.

Studi ini semata-mata berfokus pada tingkat polusi udara di Italia. Para peneliti melakukan kajian setelah melihat angka kematian yang dirilis pemerintah di wilayah utara Italia berada dikisaran 12%. Sedangkan di wilayah lain rata-rata 4,5%. Angka tersebut menunjukkan variasi yang signifikan dalam kematian tergantung pada wilayah geografis.

Para peneliti juga mengambil data dari satelit NASA Aura dan European Environment Agency’s Air Quality Index. Kelompok peneliti ini, mampu mengembangkan gambaran yang jelas dan akurat tentang polusi udara di berbagai wilayah geografis di seluruh Eropa.

Seperti diketahui, wilayah utara Italia merupakan pusat utama industri yang memiliki polusi udara tinggi. Kondisi geografis dan iklim di wilayah utara Italia memperburuk pencemaran udara tersebut. Tentu saja, antara pencemaran udara dengan Covid-19 tidak memiliki hubungan secara langsung. Namun ada faktor lain yang menjelaskan paparan Covid-19 menjadi makin parah dengan kondisi udara yang tidak baik.

Dari kesimpulan peneliti itu, ada hubungan antara polusi udara yang tinggi dengan penyebab kematian akibat Covid-19. Seperti diketahui, bahwa penyakit yang menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh.

Kondisi ini menjadi jauh lebih buruk karena sistem kekebalan tubuh tidak sepenuhnya mampu mengatasi peradangan di berbagai bagian tubuh. Polusi udara adalah salah satu penyebab paling terkenal dari peradangan yang berkepanjangan, yang akhirnya melemahkan sistem imun.

Polusi udara merusak silia di paru-paru, mikroskopis, organel seperti rambut yang bertindak sebagai pertahanan terhadap infeksi di udara. Kerusakan yang disebabkan oleh polusi udara dapat memperburuk infeksi, sehingga membahayakan kondisi individu yang terkena Covid-19. (SD)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Twitter Akan Hapus Cuitan Hoaks terkait Covid-19

Fri Apr 24 , 2020
0 (0) Jakarta – Twitter mengumumkan kebijakan barunya terkait cuitan para pengguna yang menyebarkan disinformasi tentang virus Covid-19. akan penghapus cuitan akun-akun yang dapat menghasut orang untuk melakukan tindakan yang berbahaya sehubungan dengan wabah virus itu. Twitter mewajibkan para pengguna untuk menghapus cuitan unggahannya yang membuat klaim dengan tidak didasari […]