Benarkah Polisi Salah Tangkap?, Muncul Sosok Pegi Asal Cianjur Klarifikasi soal Kasus Vina Cirebon

Jakarta – Kini, Muncul sosok orang yang mengaku bernama Pegi Setiawan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sosok tersebut berbeda dengan Pegi yang telah diamankan pihak kepolisian.

Pegi ini bukanlah Pegi yang ditangkap aparat Polda Jawa Barat, Selasa (21/5/2924) lalu.

Pegi asal Cianjur tersebut mendadak muncul dengan membuat video klarifikasi tentang kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terseret kasus pembunuhan ini.

Video klarifikasi itu disampaikan Pegi asal Cianjur dengan ditemani ayahnya.

“Assalamualaikum warahhmatullahiwabarakatuh. Saya atas nama Pegi Setiawan, dan ini orang tua saya atas nama Cecep Setiawan, (saya) ingin mengklarifikasi tentang masalah yang lagi viral sekarang, masalah pembunuhan Vina di Cirebon.”
“Itu sedikitpun saya tidak ada sangkut pautnya sedikitpun,” terang Pegi asal Cianjur.

Ia pun juga mempersilakan siapapun yang tidak mempercayainya bisa langsung menemuinya di Cianjur.

“Dan apabila kalian tidak percaya tentang pernyataan saya ini, silakan datang ke alamat kami yang berkediaman di Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet, Desa Gadog,” kata Pegi asal Cianjur.

Dari video tersebut, terlihat Pegi asal Cianjur mengenakan kaos dan topi berwana hitam dengan posisi dibalik.

Pemuda itu juga menggunakan sebuah kalung di lehernya dan berkumis tipis.

Sementara, sang ayah memakai jaket hitam dan ikat kepala totopong.

Baca juga: Kartini Ibunda Pegi Yakin Anaknya Bukan Pembunuh: Anak Saya Merantau di Bandung saat Vina Dibunuh

Dugaan Polisi Salah Tangkap

Seperti diketahui Polda Jawa Barat telah menangkap satu dari tiga pelaku pembunuhan Vina Cirebon yang buron sejak delapan tahun lalu, Egi alias Pegi alias Perong.

Penangkapan Pegi dilakukan di Bandung, Jawa barat pada Selasa (21/5/2024) malam.

Namun, belakangan beredar isu bahwa Pegi yang ditangkap bukan pelaku pembunuhan sebenarnya.

Hal ini diketahui dari kuasa hukum lima terpidana kasus pembunuhan Vina, Jogi Nainggolan.

Jogi mendapat informasi dari rekannya yang sesama advokat.

Menurut Jogi, Pegi yang dibekuk polisi di Bandung diduga kuat adalah bukan Pegi yang masuk dalam DPO kepolisian.

Dijelaskan Jogi, Pegi yang dibekuk polisi itu adalah anak asisten rumah tangga (ART) yang bekerja pada seorang advokat di Cirebon, yakni Yanti Sugianti.

“Yang ditangkap magrib kemarin, Pegi Setiawan 27 tahun, anak ART dari seorang Advokat KAI Cirebon.”

“(Dia) ditangkap atas laporan pemilik kontrakan karena memiliki kesamaan nama DPO,” kata Jogi dari informasi yang ia dapat, Rabu (22/5/2024) dikutip dari WartaKotalive.com.

Bisa jadi, kata Jogi, Pegi yang ditangkap polisi bisa jadi bukan Pegi yang menjadi buronan polisi.

Sementara, pelaku sebenarnya masih bebas di jalanan.

“Jadi ini masih tanda tanya, apa Pegi betul yang DPO atau bukan,” kata Jogi.

Saat ini kata Jogi, keluarga Pegi sudah berada di Polda Jawa Barat untuk bisa bertemu Pegi.

“Tapi keluarga belum diberi kesempatan bertemu,” ujar Jogi.

Terkait dengan hal ini Polisi sampai saat ini masih mendalami sosok Pegi sebenarnya.

Termasuk mendalami apakah Pegi sebagai pelaku utamanya atau tidak.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast, menyebut pihaknya belum bisa mengungkapkan apakah Pegi ini pelaku utama atau hanya ikut-ikutan pelaku lainnya.

Lebih lanjut, kata Abast, polisi akan mengungkapkan kasus ini secara terbuka dan transparan.

“Nanti kami akan sebutkan peran bersangkutan, keterkaitan dengan pelaku lain akan disampaikan secara transparan.”

“Terkait keterlibatan peran yang bersangkutan apakah pelaku atau turut serta melakukan atau dan otak dan dalang, ini masih pendalaman. Kami yakin kasus ini akan selesai secepatnya,” ujar Abast di Mapolda Jabar, Rabu (22/5/2024) dikutip dari TribunJabar.id.

Peran Pegi

Sebelumnya, Pegi diduga sebagai pelaku utama kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Dugaan ini disampaikan oleh kakak Vina, Marliyana dalam sebuah podcast, Selasa (14/5/2024).

Menurut Marliyana, Pegi sebagai pelaku utama memiliki motif kesal karena cintanya tak terbalaskan korban.

“Cemburu, karena dia (Pegi) cintanya ditolak (Vina),” kata Marliyana.

Akhirnya, kata Marliyana, Pegi pun mengajak teman-teman geng motornya untuk membalaskan dendam.

“Awalnya mungkin karena sakit hati karena ditolak terus.”

“Memang rencananya memang memerkosa aja, karena adik saya buka mata (sebelumnya ditutup), akhirnya dibunuh,” jelas Marliyana.

Dijelaskan Marliyana, sebenarnya keluarga Vina kenal dekat dengan Pegi dan keluarganya.

Bahkan, Pegi dan keluarganya sering berkunjung ke kediaman Vina.

Terkait dengan cerita ini, polisi sampai saat ini juga masih memastikan kebenaran terkait dengan peran Pegi dalam tindak pidana ini.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *