Bela Anies, Penghargaan Kota Intelektual Syarat Politis

0
(0)

Jakarta: Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana menilai penghargaan ‘Kota Mahasiswa’ atau City of Intellect dari Universitas Negeri Jakarta dinilai syarat dengan politis.

Diketahui, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang belum lama ini menerima penghargaan ‘Kota Mahasiswa’ atau City of Intellect dari Universitas Negeri Jakarta.

“Jadi saya melihat penganugerahan kota intelektual ini bernuansa politis. Barangkali terkait kepentingan Pilpres 2024. Tanpa mengecilkan tim UNJ,” kata Gde Siriana kepada RRI, Kamis (12/11/2020).

Dirinya pun membandingkan dengan penghargaan yang didapat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yaitu penghargaan Sustainable Transport Award (STA) 2021.

Sustainable Transport Award (STA) adalah ajang penghargaan tahunan yang menilai perbaikan mobilitas dan inovasi perbaikan sistem transportasi suatu kota.

“Sangat timpang jika kita membandingkan award international yang diterima DKI Jakarta (Sustainable Transportation Award 2021) dengan award kota intelektual skala domestik Indonesia,” kata ia.

“Saya tidak tahu pasti kapan survey tim UNJ dilakukan, tetapi jika pemberiannya dilakukan sesudah DKI mendapat STA 2021 bisa menimbulkan kesan tidak mau kalah dan seperti dipaksakan,” tambah ia.

Apalagi, lanjut ia, jika melihat tiga kota yang mendapatkan award kota intelektual yaitu Semarang, Solo dan Surabaya adalah kota-kota di mana Walikotanya dari PDIP.

“Dan anehnya, ketika DKI memperoleh STA 2021, Megawati tidak menyentil walikota Semarang, Solo dan Surabya karena tidak memperoleh STA 2021,” kata ia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, memuji prestasi sejumlah kadernya yang menjadi kepala daerah. Ia menyinggung keberhasilan tiga kader PDIP yang juga menjabat wali kota di Semarang, Solo, dan Surabaya.

Tiga kader PDIP itu adalah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang belum lama ini menerima penghargaan ‘Kota Mahasiswa’ atau City of Intellect dari Universitas Negeri Jakarta.

“Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya. Itu adalah anak-anak dari partai saya,” kata Megawati dalam acara Dialog Kebangsaan Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial secara virtual, Selasa (10/11/2020).

Dia pun membandingkan kondisi Jakarta saat ini yang amburadul. Berbeda saat ia awal pindah ke Jakarta dari Yogyakarta pada 1950.

“Karena saya juga saksi hidup di Jakarta ini, tetapi sekarang Jakarta ini jadi amburadul. Karena apa? Seharusnya jadi City of Intellect bisa dilakukan. Tata kota, masterplan-nya, siapa yang buat? Tentu akademisi, insinyur, dan sebagainya,” tutur Megawati.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kantung Parkir Kawasan Megamendung Di Siapkan Untuk Jamaah HRS

Fri Nov 13 , 2020
0 (0) Jakarta: Polri telah menyiapkan empat kantong parkir menjelang kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab atau HRS di Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebab, menurut rencana HRS akan mengunjungi Pondok Pesantren miliknya, Jumat (13/11/2020) besok. Kepala Satlantas Polres Bogor Inspektur Satu Dicky Anggi Pranata […]