by

Begini Profil Densus 88 Polri, Sigap Tangani Ledaka

Jakarta: Dalam penanganan kasus bom bunuh diri di Bandung Jawa Barat, Densus 88 AT Polri sigap melakukan investigasi di lokasi. Bom diduga bunuh diri ini terjadi di Markas Polsek Astana Anyar, Rabu (7/12/2022) pagi tadi.

Dirangkum dari berbagai sumber, Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri merupakan satuan khusus kontraterorisme milik Kepolisian Indonesia. Biasanya mereka diprioritaskan untuk menghancurkan setiap tindak pidana terorisme di Republik Indonesia.

Densus 88 AT Polri dilatih untuk menangani semua jenis aksi terorisme di Indonesia. Mereka diciptakan sebagai satuan khusus yang memiliki kemampuan untuk menumpas setiap aktivitas terorisme di Indonesia.

Satuan ini terdiri dari anggota polisi yang memiliki keahlian serta berpengalaman dalam strategi dan taktik tindak pidana terorisme. Selain itu, seluruh provinsi di Indonesia juga memiliki perwakilan Densus 88 AT Polri disebut dengan Satgaswil Densus 88 AT Polri.

Sementara itu, fungsi Satgaswil Densus 88 AT Polri adalah mendeteksi aktivitas para teroris di masing-masing provinsi. Dan Densus 88 AT Polri adalah salah satu garda terdepan untuk menangani terorisme dari berbagai satuan khusus di Indonesia.

Seperti halnya Koopssus TNI, Kopaska Koarmada RI TNI AL, Kesatuan Gurita Kormar RI TNI AL, dan lainnya. Densus 88 AT pertama kali diresmikan pada Kamis, 26 Agustus 2004.

Sebelum berubah nama menjadi Densus 88 AT Polri, satuan khusus ini awalnya memiliki nama yang berbeda. Dan hanya beranggotakan 76 orang yang dipimpin oleh Jenderal Polisi.

Densus 88 AT Polri dibentuk untuk melaksanakan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan UU. Yakni atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002.

UU tersebut berisikan tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dan menjadi UU sebagai kewenangan untuk melakukan penegakan hukum terhadap teroris berdasarkan bukti dari laporan intelijen selama 7×24 jam.