Bea Cukai Sabang Awasi Ketat Masuknya Hewan Hidup Impor dari Tiongkok

0
(0)

Sabang : Mengantisipasi Masuknya Virus Corona Bea Cukai Sabang awasi Impor Hewan hidup dari Negara Tiongkok. Hingga kini Pengiriman Hewan dari Negara bersangkutan terus dilakukan pemantauan.

Setelah Bawang putih Menteri Pedagangan Agus Suparmanto berdasar Keputusan Mendag No. 10 tahun 2020 menerbitkan larangan Impor Hewan hidup dari Tiongkok. Terkait dengan hal itu Bea Cukai Sabang terus melakukan pemantauan terhadap masuknya hewan hidup bekerjasama dengan Karantina Kesehatan.

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Arif Trihandoko mengemukakan hingga saat ini belum ditemukan ada masuknya hewan hidup asal tiongkok ke Sabang pasca merebaknya Corona Viirus di dunia.

“Iya ada larangan sementara Impor hewan hidup dari RRC ya ini untuk antisipasi masuknya Virus Corona. Peraturan Menteri Perdagangan No. 10 tahun 2020 ini sudah menginstuksikan ada larangan sementara untuk impor binatang hidup dari Tiongkok. Memang belum ada sejauh ini. Kita dilapangan mewaspadai juga petugas seperti memakai sarung tangan masker dan sebagainya dalam pemeriksaan,” ucapnya dalam keterangan, Rabu (19/2/2020).

Dikatakan Larangan Impor hewan hidup dari China tidak termasuk ikan karena bukan carrier (pembawa Penyakit) Corona virus. Hewan Peliharaan termasuk didalamnya seperti kucing , anjing, Reptil, dan mamalia. Perlindungan petugas kata Handoko tidak kalah penting saat ke Lapangan hingga saat ini telah melakukan prosedur standar perlindungan dari Corona dengan melengkapi sarung tangan dan masker saat pengawasan arus lalu lintas barang.

Terkait hal itu Kasi Perbendaharaan kantor Bea Cukai Sabang Fajar. S menjelaskan sebenarnya sejumlah barang asal Tiongkok kerap masuk ke Sabang, terutama berasal dari belanja secara online masyarakat, diantaranya aksesoris Handphone dan Kelengkapan dalam pelayanan Pariwisata.

“Jadi banyak sekali barang yang masuk ke Sabang (dari Tiongkok) tapi secara garis besar itu ada beberapa item diantaranya aksesoris Handphone misalnya dengan softcasenya, dan aksesoris lainnya. Kemudian juga kebutuhan Pariwisata ada alat untuk snorkling mulai dari fin, kacamata renang dan sebagainya, sedang untuk binatang hidup kami selalu koordinasi dengan rekan-rekan karantina,” katanya.

Sementara untuk hewan hidup pihaknya kata Fajar akan terus berkoordinasi dengan kantor Karantina hewan dan tumbuhan setempat.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *