Bau Durian Bangkok Bakal Sering Tercium di Indonesia

0
(0)

Bangkok – Thailand Institute of Scientific and Technological Research (TISTR) meluncurkan inovasi kemasan buah baru untuk menyimpan buah-buahan yang berbau kuat seperti durian. Tujuannya untuk membantu ekspor durian ke mancanegara.

“Karena durian Thailand diklasifikasikan sebagai barang ekspor, kita perlu memastikan bahwa kita dapat menyimpan durian untuk mempertahankan kesegarannya dan juga memastikan baunya tidak merebak hingga ke luar kotak,” ujar kepala TISTR Chutima Eamchotchawalit, dilansir Xinhua, Jumat(5/6).

Kepala TISTR itu mengatakan bahwa pemerintah Thailand ingin memperkenalkan durian khas Thailand ke dunia, dan tanpa kemasan inovatif yang tepat, aromanya yang menyengat akan dijauhi pelanggan.

“Dengan inovasi baru ini, operator perdagangan elektronik (e-commerce) dan petani buah akan dapat mengirim durian melalui kurir tanpa khawatir pengirim terakhir akan menolak mengirimkan buah yang mudah busuk dan bau,” kata Chutima.

Dia mengatakan bahwa kotak kedap bau tersebut direspons dengan baik oleh para penjual durian grosir dan eceran serta eksportir.

Selain kotak kedap bau untuk durian, TISTR juga mengembangkan kemasan baru untuk mangga yang cukup kuat sehingga memungkinkan penyimpanan di bawah kapasitas muatan dan memastikan kemasan yang kuat selama pengiriman.

Dia mengatakan bahwa kemasan inovatif seperti ini penting karena aroma durian yang menyengat saat memasuki hotel mungkin akan ditolak sebelum memasuki lokasi itu.

Sebelum krisis Covid-19, Thailand merupakan eksportir durian terbesar pada 2019, menurut Departemen Negosiasi Perdagangan.

Departemen di Kementerian Perdagangan Thailand itu mengatakan bahwa ekspor durian di negara tersebut bernilai 817 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp14.165) tahun lalu. “Karena itu, jika kita ingin menonjolkan durian Thailand untuk tetap menjadi nomor satu di pasar dunia, kita harus memastikan bahwa pengemasannya tetap tidak tertandingi pula,” ujar Chutima.

Sejak Lama Kalah Bersaing
Durian lokal Indonesia sudah sejak lama kalah bersaing dengan durian negara lain, padahal Indonesia juga salah satu penghasil durian terbesar di dunia. Untuk potensi ekspor ke Cina juga ‘menyerah’ karena sejumlah tantangan untuk bisa mengirimkan buah itu ke Cina dalam jumlah besar.

Durian di Indonesia umumnya masih berbentuk perkebunan rakyat, belum lagi adanya standar tinggi di Cina. Juga persaingan dengan Thailand dan Malaysia yang menjadi eksportir utama.

Kementerian perdagangan tidak menampik ketertinggalan ekspor buah dibanding negara-negara lain di tingkat ASEAN. Ekspor buah durian Indonesia kalah dari Thailand dan Malaysia.

Ketertinggalan ekspor buah Indonesia ini karena hasil produk tropis negara lain lebih bagus, didukung teknologi pertanian yang modern.

“Kita ini sekarang produsen terbesar di dunia, kalau saya lihat angkanya sekitar 900 ton. Tapi kita ini masih importir Pak Gubernur, kita masih impor durian monthong (Thailand), durian musangking (Malaysia),” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menghadiri Festival Durian Banten di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Sabtu (1/2). (EP/Xh)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bayi Berusia 50 Hari Positif Covid-19 Setelah Diajak Ikut Hajatan

Sun Jun 7 , 2020
0 (0) Cirebon – Seorang bayi berusia 50 hari dinyatakan terinfeksi Covid-19 karena diajak orang tuanya menghadiri hajatan. Meski begitu, kedua orang tua bayi tersebut dinyatakan negatif. “Pada Sabtu ini di Kabupaten Cirebon terdapat penambahan kasus positif COVID-19, di mana menimpa seorang bayi berusia 50 hari,” kata Juru Bicara Gugus […]