Baru Lulus, Jebolan SMK Langsung Dominasi Pengangguran di Indonesia

0
(0)

Jakarta—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2020 mencapai 6,88 juta orang. Sebagian besar merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Secara keseluruhan, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2020 sebesar 4,99 persen, membaik dari Februari 2019 yang sebesar 5,01 persen dan juga Februari 2018 sebesar 5,13 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan persentase lulusan SMK yang menganggur sebanyak 8,49 persen pada Februari 2020, namun menunjukkan tren menurun.

“Pada Februari 2018 lulusan SMK yang menanggur sebanyak 8,92 persen, kemudian pada Februari 2019 turun menjadi 8,63 persen, dan menjadi 8,49 persen pada Februari 2020,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/5).

Lulusan Sekolah Dasar (SD) memiliki persentase pengangguran terbuka terendah, yakni hanya 2,64 persen. Kemudian pengangguran lulusan SMP sebesar 5,02 persen, dan penganggruan lulusan SMA sebanyak 6,77 persen.

Pada tingkat pendidikan lebih tinggi, terdapat 6,76 persen lulusan Diploma I, II, dan III yang menganggur pada Februari 2020.

“Untuk lulusan universitas yang menganggur pada Februari 2020 sebanyak 5,73 persen,” tambah dia.

Sementara itu, Suhariyanto menambahkan bila dilihat berasarkan asal daerah, maka jumlah pengangguran terbanyak berada di Provinsi Banten sebesar 8,01 persen yang meningkat dari Februari 2019 yang sebesar 7,58 persen.

“Bali menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka terendah yakni hanya 1,21 persen pada Februari 2020, sedikit bertambah dari Februari 2019 yang sebesar 1,19 persen,” ujar Suhariyanto. (ii)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Realokasi Anggaran Covid-19 Dinilai Membingungkan

Wed May 6 , 2020
0 (0) Jakarta – Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Achmad Dimyati Natakusumah, menanggapi langkah kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah yang ramai-ramai melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Dalam pelaksanaannya, banyak pihak yang kebingungan karena beberapa mata anggaran sudah dibelanjakan secara swakelola. “Setelah membelanjakan barang […]