Badai Resesi, UMKM Harus Diproteksi

0
(0)

Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi tumpuan perekonomian dalam negeri di tengah badai resesi.

Dia melihat, belum adanya implementasi dari pemerintah terhadap operasionalisasi kebijakan UU Penjaminan yang seharusnya berorientasi kepada rakyat yang tersebar dari seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke.

“Karena kontribusi sektor UMKM saat kondisi krisis terhadap pertumbuhan ekonomi itu tidak kecil, sementara mereka berada di posisi terbawah dan paling terdampak,” kata Agun, Kamis (1/10/2020).

Lebih jauh, Politisi Golkar ini menegaskan, diperlukan gambaran bahwa pemerintah bisa memberikan proteksi bagi pelaku usaha UMKM daerah sebagai pihak terjamin.

“Saya ingin ada gambaran jaminan kedepannya, yang bisa terukur, bahwa aturan yang ada bisa memberikan proteksi UMKM-UMKM, baik yang perseorangan, koperasi, badan usaha daerah. Indikator saya memberikan perhatian kesana,” jelasnya.

Diperlukan upaya jaminan terdepan, lanjut Agun, yang bisa memetakan kondisi masyarakat baik secara geografi dan demografi di tingkat pedesaan. Lembaga penjaminan harus mampu memberikan peningkatan kemampuan UMKM.

“Jangan sampai penjaminan ini yang menerima justru pihak-pihak yang sebetulnya mereka tidak terlalu terdampak kuat, atau berada pada industri yang terlalu besar,” ujarnya.

“Intinya, harus ada perubahan kebijakan ke depannya, baik terkait dengan PMK-nya, dan sebagainya, yang betul-betul penjaminan kepada UMKM itu mudah, tidak njilmet, tidak menyulitkan, jangan sampai mereka butuh modal, tetapi tidak ada yang bisa dijaminkan, harus ada langkah-langkah terobosan,” tegasnya

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jakarta PSBB Lagi, Jumlah Penumpang MRT Menurun

Thu Oct 1 , 2020
0 (0) Jakarta: Jumlah penumpang MRT Jakarta semakin menurun grafiknya, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diperketat oleh Pemprov DKI Jakarta. Setidaknya dalam grafik setiap bulannya turun naik, dan di bulan September, jumlah penumpang hanya tercatat 13.101 atau turun dari bulan sebelumnya 16.977 penumpang. “Pemberlakuan kembali PSBB jilid […]