by

Aturan Buka Puasa Bersama, Komunitas Warteg Setuju

Jakarta: Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni setuju dengan aturan larangan mengobrol saat buka bersama (bukber) di Ramadan nanti.

Menurut dia, masyarakat akan menjalankan aturan tersebut karena waktu berbuka puasa terbilang pendek. Sebab Umat Islam harus segera menjalani ibadah Salat Magrib.

“Magrib kan waktunya pendek, tanpa ada imbauan insyaallah orang yang buka bersama nggak lama nongkrong di Warteg,” ujarnya kepada Pro 3 RRI, Kamis (31/3/2022).

“Setelah buka puasa orang langsung ke masjid, dan para pelanggan juga banyak ngikutin,” lanjutnya.

Menurut dia jumlah pelanggan warteg justru banyak saat sahur, karena penjual menu buka puasa biasanya jauh lebih banyak.

“Kalau sahur itu malah lebih banyak, kan soalnya kalau buka puasa lebih banyak yang jual menunya,” tambahnya.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 melarang masyarakat untuk mengobrol saat berbuka puasa bersama.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, hal itu untuk menekan penyebaran Covid-19.

Wiku juga meminta masyarakat Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas rutin di bulan Ramadan.

“Khususnya bagi tradisi rutin di bulan Ramadhan seperti sahur on the road, ngabuburit, buka puasa bersama maupun open house dimohon untuk tetap dipertimbangkan risiko penularan dan urgensinya,” kata Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Selasa pekan ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.